
Sumber Daya Alam yang minim untuk dikelola di Kota Cimahi menjadi pemicu bagi kota itu untuk mengembangkan ekonominya. Pemerintah Kota Cimahi mencoba mengembangkan Sumber Daya Manusia dengan fokus pada bidang jasa perdagangan dan seni.
Melihat peluang itu beberapa kampus yang ada di sekitar wilayah itu memberi masukan pengembangan iptek untuk lokomatif majunya perekonomian Kota Cimahi. Lantas kota ini mengembangkan industri kreatif di bidang teknologi dan informasi khususnya animasi.
Walikota Cimahi, Jawa Barat, Dr. Ir. H.M Itoc Tochija, MM yang juga sebagai pelopor ide ini mengatakan program ini sudah mulai dijalankan pada tahun 2011. Pada saat itu pemerintah pusat dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) memasukkan tim kreatif di Cimahi dalam Koridor Ekonomi Jawa. Akhirnya ditetapkanlah animasi sebagai ekonomi kreatif.
Itoc mengatakan potensi masyarakat sangat besar sekali terhadap animasi tersebut. Potensi “Tinggal bagaimana kita merespon keingginan tersebut,” kata dia. Kata dia tidak hanya dari kota cimahi tetapi berbagai masyarakat dari kota lain turut itu menimbah ilmu pengetahuan disana,’’ujarnya.
Itoc mengatakan Pemerintah Cimahi sudah membangun gedung Baros Kreatif untuk menunjang masyarakat yang mempunyai minat di dunia animasi. Pemerintah pusat pun banyak turut membantuh dalam pengembangan animasi di Cimahi. Anismasi di Cimahi nantinya akan menjadi rujukan regional.
Sementara Rudy Sutedja, Ketua Asosiasi Cimahi Kreatif, orang yang terlibat langsung dalam pengembangan animasi ini. Kata dia hal ini tidak terlepas dari inisiatif pemerintah pusat. “Akhirnya kita menjadi contoh industri kreatif, dan satu-satunya yang mempunyai komite Kreatif,“ katanya. Komite Kreatif ini terdiri dari akademisi, pemerintah dan pelaku-pelaku kreatif .
Itoc mengatakan peran pemerintah dalam Komite Kreatif ini untuk memberikan dorongan terhadap perkembangan industri kreatif di Pulau Jawa. “Makanya untuk melaksanakan pembangunan harus dengan kreatif, “ tambahnya.
Industri kreatif ini mempunyai visi bersaing pada taraf global di tahun 2020. Sekarang ini ada beberapa produk animasi Indonesia yang digunakan di beberapa negara maju. Namun Rudi mengatakan produk tersebut belum cukup bersaing. Dan itu menurutnya harus terus didukung pemerintah.
Rudi mengatakan yang menjadi kelemahan pada animasi di Indonesia adalah alur cerita yang terlalu bertele-tele. Cerita-cerita yang dihasilkan masih berpandu pada cerita-cerita sinetron yang tidak langsung pada intinya. ”kita lihat Film Doraemon ceritanya langsung pada intinya,”katanya.
Kata Rudi penulis-penulis naskah animasi harus lebih kreatif untuk membuat cerita, dan harus melatih terus kemampuan yang dia memiliki. Rudi mengharapkan animasi akan mengedepankan kearifan-kearifan lokal yang cukup kaya untuk diangkat dan diperkenalkan dengan dunia. Dan mampu bersaing dengan animasi-animasi luar negeri. (http://kbr68h.com/perbincangan/daerah-bicara/23816-kota-cimahi-pusat-animasi-indonesia).