
CIMAHI- Badan Pusat Statistik Jabar melakukan Sosialisasi Sensus Pertanian 2013 bagi kelompok tani dan perwakilan kelurahan di Kota Cimahi yang akan dilaksanakan mulai 1-31 Mei mendatang.
Kepala BPS Jabar Gema Purwana mengatakan untuk memaksimalkan program rutin 10 tahunan itu pihaknya telah melakukan pembekalan bagi instruktur daerah pada Maret dan pelatihan petugasnya pada April lalu.
"Sensus pertanian merupakan metode statistik untuk pengumpulan, pengolahan dan diseminasi data struktural pertanian yang berada di seluruh Indonesia," katanya, kepada wartawan usai Sosialisasi Sensus Pertanian di Kota Cimahi, Rabu (3/4).
Menurutnya sensus ini dimaksudkan untuk mengumpulkan skala usaha dan input usaha pertanian, penguasaan dan penggunaan lahan, luas tanam, irigasi, peternakan budidaya dan penangkapan ikan, budidaya kehutanan dan sosial ekonomi di kawasan hutan serta pengelola usaha pertanian.
Demi menghasilkan data dengan biaya yang efektif dan sesuai dengan dalam sistem statistik nasional, pelaksanaan sensus pertanian 2013 menggunakan data hasil sensus penduduk 2010 yang dirancang sebagai bagian integrasi statistik nasional.
Saat ditanya mengenai validasi data yang tidak sesuai dengan perkembangan yang terjadi, dirinya mengaku melakukan sensus dua jenis yakni fisik dan luas panen yang dilakukan setiap bulan.
"Untuk menghentikan alih fungsi lahan itu kewenangannya ada di dinas kabupaten/kota. Kami hanya mantau saja. Sebagai contoh di wilayah utara banyak terjadi penyusutan lahan, tapi di selatan petani melakukan tumpangsari,"paparnya.(HA)