CIMAHI - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi menargetkan jumlah kasus kebakaran pada tahun ini bisa menurun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala UPTD Damkar kota Cimahi Uus Supriyadi mengungkapkan, hingga akhir Juni lalu pihaknya mencatat baru terjadi delapan kali kebakaran. Kejadian tersebut menimpa dua industri, empat rumah dan dua kios. Rata-rata penyebab kebakaran terjadi oleh hubungan arus pendek listrik dan kelalaian manusia.
Dibandingkan dengan jumlah kasus pada tahun sebelumnya, tercatat ada 38 kasus kebakaran di Wilayah Kota Cimahi dengan kerugian mencapai Rp76 Miliar. Meskipun baru setengah perjalanan, dirinya berharap jumlah kasus kebakaran pada tahun ini bisa ditekan.
"kebakaran paling besar itu terjadi pada PT Sinar Makin Mulia dengan kerugian berkisar antara Rp3–5 Miliar," Katanya, kepada wartawan baru-baru ini.
Dia menjelaskan, saat ini UPTD Damkar Kota Cimahi telah memiliki 11 unit mobil Damkar dengan jumlah personil sebanyak 35 orang, tapi belum memiliki mobil bertangga satu unit pun.
Untuk itu, pihaknya berencana mengajukan penambahan kendaraan unit taktis berupa mobil tangga seharga yang diperkirakan harganya mencapai Rp14Miliar. Hal ini mengingat di Kota Cimahi sudah banyak terdapat gedung bertingkat.(HA)