Loading...

Hari Kartini Momentum Lawan Kanker Serviks

Administrator 21 April 2015 281 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (Oase) berharap Hari Kartini menjadi momentum bagi perempuan Indonesia untuk berjuang melawan kanker mulut rahim (serviks). Diharapkan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) sebagai bagian Kartini Indonesia berperan menumbuhkan kesadaran hingga dalam lima tahun mendatang jumlah perempuan yang aktif mengecek kanker serviks dapat meningkat 30 hingga 40 persen.     

Penanggung jawab bidang Sosial Budaya  Oase, Anna Tedjo Edi  mengatakan, perempuan Indonesia tak perlu malu untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker serviks. Dengan meningkatkan kesadaran diri untuk memeriksa secara dini, disebutkannya dapat terhindar dari salah satu penyakit yang paling banyak ditakuti kaum perempuan tersebut. "Kita terus melakukan persuasi untuk tidak perlu malu memeriksa demi kesehatan. Ini sebagai bentuk deteksi dini. Perkembangan kanker serviks memerlukan waktu dua sampai lima tahun, ada waktu untuk berobat. Jadi jangan takut," ujar Anna  dalam sambutannya selasa (21/04/15)

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, mencatat dari 65.023 perempuan menjalani pemeriksaan kanker serviks, sebanyak 1.108 perempuan diantaranya terdeteksi positif serviks hingga harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Sampai saat ini di Jabar yang sudah diperiksa 65.023 orang, dan yang diperiksa didapatkan 1.108 wanita yang terdeteksi positif serviks," kata Kepala Dinas Keseahatan Jabar dr. Alma Lucyati usai Pencanangan Program Nasional Percepatan Peningkatan Peran serta Masyarakat Dalam Pencegahan Deteksi Dini pada Perempuan Indonesia di Puskesmas Cimahi Tengah, Selasa.

Sementara itu Ketua PKK Provinsi Jabar Netty Heryawan menyatakan, kualitas sumber daya manusia harus menjadi jaminan untuk pembangunan negara, diantaranya dengan menjaga kesehatan kaum perempuan.
"Kesehatan menjadi sebuah kebutuhan yang sangat dasar bagi manusia, dan menjadi jaminan pembangunan negara," katanya. Ia menegaskan, jaminan kesehatan harus menyeluruh tanpa terkecuali, termasuk harus menyentuh daerah terpencil.

Netty berharap, menjaga kesehatan dengan memeriksakan diri sejak dini terhadap ancaman kanker serviks harus dilakukan oleh kaum perempun di Jabar, umumnnya Indonesia.  
 "Paradigma mencegah lebih baik daripada mengobati, maka deteksi kanker rahim dengan metode IVA ini harus dilakukan, karena kalau kita sehat maka pengasuhan akan baik, dan menghadirkan Indonesia sejahtera," katanya.              

Untuk mendukung mendeteksi dini Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat, menggratiskan pemeriksaan kanker serviks atau leher rahim bagi kaum perempuan dengan metode pemeriksaan secara IVA (Inpeksi Visual Asam Asetat) di setiap Pusat Layanan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dan Rumah Sakit pemerintah di kota itu. 

 "Pemeriksaan tes deteksi kanker serviks dengan metode IVA gratis, masyarakat bisa datang saja ke Puskesmas," kata Wali Kota Cimahi Atty Suharti usai Pencanangan Program Nasional Percepatan Peningkatan Peran serta Masyarakat Dalam Pencegahan Deteksi Dini pada Perempuan Indonesia di Puskesmas Cimahi Tengah, Selasa.    
   
Dalam kesempatan in Atty menuturkan, bahwa Pemerintah Kota Cimahi bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia dalam melayani pencegahan dini penyakit kanker khususnya bagi kaum perempuan.       

Atty juga mengimbau, masyarakat perempuan khususnya yang sudah berhubungan intim untuk aktif memeriksakan diri kewanitaannya sebagai pencegahan dini apabila terdeteksi positif kanker.
dan berharap, masyarakat yang terdeteksi kanker serviks secara dini dapat lebih mudah dilakukan upaya pengobatan hingga sembuh.            

"Kami mengajak perempuan untuk memeriksakan diri kesehatan kewanitaannya sebagai pencegahan dan pengobatan sejak dini," katanya.     
Selain memberikan pelayanan di Puskesmas, Pemerintah Kota Cimahi juga memiliki 80 Posyandu Penyakit Tidak Menular (PMT) tersebar di setiap kelurahan.      

 " Selain itu menyiapkan 312 tenaga penyuluh kesehatan untuk menyosialisasikan tentang kesehatan seperti penerapan pola hidup bersih dan sehat.     
"Kami juga memiliki 20 orang tenaga pencegahan kanker," kata Atty.    

Atty menambahkan, kasus kanker serviks di Kota Cimahi tahun 2013 terdeteksi positif sebanyak tiga orang, 2014 sebanyak dua orang.        

"Kita terus sosialisasikan tentang kesehatan ini kepada masyarakat khususnya bagi perempuan yang sudah bersuami usia 30 sampai 40an," katanya.          
Sementara itu, kegiatan program tersebut dihadiri Ketua PKK Netty Heryawan, juga dihadiri beberapa istri pejabat negara yang tergabung dalam Organisaasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE).
Kegiatan tersebut digelar serupa dibeberapa daerah di Indonesia, kemudian teleconfrence dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo