Loading...

Cimahi Sempat Dilanda Kekhawatiran Sebelum Otonom

Administrator 22 Juni 2015 546 kali dilihat
Bagikan:
NotFound

CIMAHI - Pada saat memperingati Hari Jadinya ke-14 pada 21 Juni 2015, Walikota Cimahi Atty Suharti mengungkapkan adanya kekhawatiran dengan berpisahnya dari Kab Bandung akan membuat kota yang semula hanya administratif ini menjadi lebih kumuh.

"Kami kenang bagaimana kesulitan Cimahi menjadi otonom dengan tantangan kekhawatiran menjadi kumuh dan selanjutnya harus membuktikan reformasi ini baik untuk rakyat dan masyarakat luas," kata Atty dalam Sidang Paripurna Hari Jadi Cimahi ke-14 di Gedung DPRD Kota Cimahi, Minggu (21/6/2015).

Menurut Atty, sejak awal pendiriannya, Cimahi dengan luas wilayah yang sangat terbatas dan minimnya sumber daya alam telah menimbulkan keraguan. Pasalnya, pertumbuhan secara regional sedang terjadi. Laju pertumbuhan penduduk Cimahi yang tinggi dari angka kelahiran dan urbanisasi.

Bagian Utara Cimahi harus disesuaikan dengan Pergub Kawasan Bandung Utara, bagian Selatan dengan industri yang sudah lama ada ada sejak zaman Belanda. Cimahi hanya disiapkan sebagai kota pelatihan tentara yang terkonsentrasi di bagian tengah.

"Dengan hunian yang terbatas tanpa dilengkapi taman dan ruang terbuka. Semuanya menjadi tantangan yang menarik bagi para pengelola kota di berbagai tingkatan dan wilayah kerja," ujarnya.

Selama 14 tahun, semangat otonomi masih terus meyala untuk membangun kota menyelesaikan tahap demi tahap. Beruntung, kebersamaan dalam 'Saluyu Ngawangun Jati Mandiri' pemerintah bersama rakyat memantapkan persamaan pemahaman dalam pembangunannya. (HA)