CIMAHI - Kementerian Perdagangan secara khusus melaunching kegiatan
Baros International Animation Festival (BIAF) 2015 yang akan digelar
pada 7-10 Oktober di Cimahi. Kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen
kementerian dalam mendukung event tahunan yang bisa membangkitkan
kegiatan ekonomi masyarakat.
Direktur Jenderal
Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Nus Nuzulia Ishak
menuturkan, sangat disayangkan apabila kegiatan yang hebat ini digelar
secara biasa-biasa. Untuk itu, pihaknya merasa ikut terlibat dalam
memeriahkannya.
"Indonesia memiliki potensi
luar biasa dalam animasi ini. Sekarang sudah mulai banyak, seperti
tayangan Keluarga Somat dan Petok Si Ayam Kampung," kata Nus di Gedung
Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (22/6/2015).
Dengan
launching BIAF 2015 ini, tambah dia, tentu akan banyak lagi animator
yang berkiprah di pasar internasional. Sehingga dukungan dari semua
pihak perlu dilakukan.
Berdasarkan data Badan
Pusat Statistik, nilai ekspor pada subsektor film, video, fotografi dan
animasi pada 2010 itu mencapai Rp 595 miliar. Pada 2013, jumlah tersebut
mengalami peningkatan karena nilai mencapai Rp693 miliar.
Selain itu, kontribusi pertumbuhan ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yakni mencapai 7,8%.
Dalam
kondisi demikian, ia mengakui, sebenarnya potensi pasar animasi di
Indonesia mulai meningkat. Sebab, pertumbuhan pasar industri media dan
hiburan tumbuh pesat.
"Saat ini ada 826 layar bioskop, 13 terrestrial TV, 12 networking TV, dan 20 TV berbayar," kata dia.
Menurut
dia, permintaan produk animasi di Indonesia pun besar. Bahkan, di luar
negeri pun, permintaan produk animasi lebih banyak dengan nilai
keuntungan yang sangat menjanjikan.
Dalam kesempatan ini, Wali Kota Cimahi Atty Suharti mengatakan BIAF dengan produknya berupa animasi merupakan salah satu investasi yang sedang dikembangkannya. Selain produk makanan dan minuman, BIAF ini menjadi salah satu produk unggulan Kota Cimahi.
"Kami mendukung perhelatan BIAF sejak tahun pertama karena animasi masuk dalam 4 klaster perkembangan ekonomi lokal di Kota Cimahi," ucapnya. (ha)