CIMAHI - Kementerian Dalam Negeri meminta Pemkot Cimahi untuk
membangun kembali Pasar Atas akibat terbakar pada 2014 dalam waktu
setahun. Tenggat waktu itu diberikan menyusul dengan telah disetujuinya
pinjaman.
Seperti diketahui, Pemkot Cimahi
telah mengajukan dana pinjaman sebesar Rp150 miliar untuk membangun
Pasar Atas. Dana tersebut saat ini sudah disetujui oleh Kementerian
Dalam Negeri dan Kementrian Keuangan.
Assisten
Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi, Benny Bachtiar mengatakan, apabila
target tersebut tidak terpenuhhi, pihaknya tidak memiliki beban.
Masalahnya, dana yang diberikan tidak turun langsung semua, tapi
disesuaikan dengan progres pembangunan pasar.
Terlebih,
perencanaan pembangunan pasar tersebut molor dari rencana awal. Dia
berdalih, pengunduran rencana pembangunan tersebut karena beberapa waktu
sebelumnya, pihaknya lebih fokus mengurus soal pembangunan Technopark.
"Kami
targetkan pada awal Maret atau April pembangunan Pasar Atas sudah bisa
dilakukan," kata Benny, kepada pewarta, Kamis (25/2).
Dia
menjelaskan, apabila pembangunan tersebut tidak tuntas dalam setahun,
uang pinjaman tetap bisa digunakan. Dalam jangka setahun itu, akan
dilihat sampai sejauh mana Pemkot Cimahi bisa melaksanakan pembangunan.
"Tapi
kalau tidak bisa jangan dipaksakan. Mampunya sampai sejauh mana? apakah
sampai Rp150 miliar, Rp 100 miliar, apakah sampai Rp750 juta?
tergantung dari waktu yang tersedia," ujarnya.
Namun,
pihaknya tetap menargetkan pembangunan pasar tersebut tuntas dalam satu
tahun meski sampai sejauh ini belum dimulai, bahkan proses lelangpun
belum dilaksanakan.
Untuk itu, pihaknya sampai
saat ini masih menghitung dan memperkirakan sampai sejauh mana
pembangunan bisa dilakukan dalam waktu satu tahun.
Jika
dalam setahun, lanjut Benny, pembangunan tersebut kondisinya masih
belum sempurna, sementara target waktu yang diberikan sudah habis,
pihaknya akan mencoba mengalihkan pencarian dana dengan cara lain. (ha)