CIMAHI - Walikota Cimahi Atty Suharti mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN)
Polio yang akan diadakan pada 8-15 Maret 2016 mendatang.
Menurutnya,
salah satu upaya yang dilakukannya agar pelaksanaan program tersebut
optimal adalah gencar menyosialisasikan tentang penting dan manfaatnya
imunisasi di berbagai kesempatan.
"Selama ini
mungkin masih ada di antara masyarakat yang khawatir anak-anaknya jatuh
sakit apabila dilakukan imunisasi. Permasalahan inilah yang menjadi
tantangan bagi kita semua, untuk membangun pemahaman dan memberikan
penjelasan kepada masyarakat," katanya kepada pewarta, Senin,
(29/2/2016).
Saat ini kawasan Sounth East
Region (SEAR) secara umum dan Indonesia dinyatakan bebas polio oleh WHO
pada 27 Maret 2014. Ini tantangan yang harus dihadapi yaitu bagaimana
mempertahankan status tersebut.
Sasaran dari
program PIN Polio 2016 adalah untuk semua bayi usia 0 sampai 59 bulan
yang berdomisili maupun datang ke lokasi di seluruh pos pelayanan
kesehatan. Mulai dari posyandu, puskesmas pembantu, rumah sakit, dan pos
pelayanan imunisasi lain yang telah ditunjuk pemerintah.
Untuk
menyukseskan program itu, sangat diperlukan kerja sama dan koordinasi
lintas program, sektor, organisasi sosial masyarakat, profesi, tokoh
masyarakat, tokoh agama, tenaga teknis, dan lainnya, sebab pelaksanaan
PIN Polio yang akan diselenggarakan merupakan langkah lanjut dari
keberhasilan Indonesia mendapatkan sertifikat untuk bebas polio.
"Di
Cimahi PIN polio akan dilaksanakan di 433 pos pelayanan yang terdiri
dari 13 puskesmas, 6 rumah sakit, 398 posyandu dan lainnya," paparnya. (ha)