Loading...

Pelajar Diajak Aksi Hemat Energi Earth Hour

Administrator 10 Maret 2016 571 kali dilihat
Bagikan:
Pelajar Diajak Aksi Hemat Energi Earth Hour
CIMAHI.- Meningkatkan partisipasi dalam kampanye penghematan energi Earth Hour (EH) 2016, Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi memperluas sosialisasi sampai ke kalangan pelajar. Hal itu dilakukan agar semakin banyak yang ikut aksi memadamkan lampu atau alat elektronik tak terpakai pada 19 Maret 2016 mendatang.
Pada Kamis (10/3/2016), tim Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Cimahi menggelar sosialisasi EH 2016 di kampus SMKN 1 Cimahi Jln. Mahar Martanegara Kota Cimahi, Kamis (10/3/2016). Sosialisasi digelar dalam bentuk interaktif dengan pelajar.
Kepala KLH Kota Cimahi M. Ronny mengatakan, Kota Cimahi bertekad ikut serta pelaksanaan EH karena ingin ambil bagian dalam upaya mencegah dan mengurangi efek gas rumah kaca dari perilaku boros energi. "Secara spesifik, aksi hemat energi yang bisa dilakukan salah satunya dengan kurangi penggunaan energi listrik dengan mematikan lampu atau alat elektronik yang tidak digunakan minimal sejam dalam setahun," ujarnya.
Pada tahun 2016, pelaksanaan EH bakal berlangsung 19 Maret 2016 mulai pukul 20.30-21.30 WIB dengan mematikan alat elektronik atau lampu tidak terpakai.
Karena itu, sosialisasi meliputi seluruh unsur agar kepesertaan aksi hemat energi di Kota Cimahi semakin luas. "Selain di perkantoran, sosialisasi juga dilakukan ke tingkat sekolah hingga ke masyarakat," katanya.
Saat ini, pihaknya melakukan sosialisasi ke 12 sekolah, juga ke perkantoran, dan kalangan masyarakat.
"Ini tahun keempat kami melakukan pendekatan lebih ke anak muda, baik itu sosialisasi maupun dalam bentuk kegiatan bertema peduli lingkungan. Yang dewasa sudah harus paham, makanya kami lebih menyasar lewat anak muda. Mudah-mudahan bisa diterapkan di kehidupan mereka sehari-hari, sedini mungkin para remaja menjaga lingkungannya," terangnya.
Sosialisasi yang dilakukan mulai dari hal yang kecil seperti, membuang sampah tidak sembarangan, hemat energi, memanfaatkan sampah sebagai komoditas atau bahan baku yang bisa dimanfaatkan.
"Mudah-mudahan menjadi mindset dan kebiasaan untuk nantinya diterapkan sebagai gaya hidup," tuturnya. (RR)