CIMAHI.- Nilai bantuan rumah yang rusak akibat bencana di
Kota Cimahi terbatas. Penuntasan pembangunan rumah hingga layak
ditempati harus dibantu dengan swadaya masyarakat.
Seperti yang
dialami Martini (67) warga RT 4 RW 8 Kel. Citeureup Kec. Cimahi Utara
Kota Cimahi. Beberapa bulan lalu atap rumahnya ambruk diterpa hujan dan
angin kencang.
Banyak warga yang menaruh iba kepada
Martini, apalagi penghasilannya sebagai buruh tani tak menentu. Pengurus
daerah pun segera melaporkan kerusakan rumah Martini ke pihak kelurahan
dan diteruskan ke Pemkot Cimahi.
Jika tidak dibantu
masyarakat, Martini tak bisa menyelesaikan pembangunan rumahnya. "Dengan
bantuan dari pemerintah sama masyarakat bisa sampai jadi bangunan,
Alhamdulillah haturnuhun," tuturnya.
Wali Kota Cimahi Atty Suharti
menyatakan program rutilahu setiap tahun memang secara intens
dianggarkan. "Membantu masyarakat meski dengan anggaran yang sangat
terbatas," ujarnya.
Tahun 2016 bantuan rutilahu sebanyak 150 unit dengan nilai Rp 15 juta/unit, tiap kelurahan dapat jatah 10 unit/rumah.
"Dari bantuan stimulan, ada swadaya masyarakat hingga rumah warga yang tidak layak huni bisa diperbaiki," tuturnya.
Kepala
Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi Ahmad Nuryana menyatakan, bantuan
rutilahu rutin dianggarkan setiap tahun. Pihaknya juga menyiapkan
anggaran khusus untuk bantuan rumah rusak akibat bencana alam.
"Jadi
untuk menyelesaikan bangunan, masyarakat sekitar didorong agar ikut
berswadaya sehingga warga yang rumahnya rusak bisa kembali layak huni,"
tuturnya. (RR)