Loading...

Sosialisasi Penanggulangan Bencana

Administrator 08 September 2016 234 kali dilihat
Bagikan:
Sosialisasi Penanggulangan Bencana

CIMAHI- Sebagaimana diketahui bersama bahwa bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis.

Kota Cimahi merupakan salah satu daerah yang termasuk dalam kawasan rawan bencana alam, seperti longsor, banjir dan gempa bumi, bahkan menjadi salah satu kota yang memiliki tingkat resiko bencana yang cukup tinggi berdasarkan indeks rawan bencana indonesia ( IRBI ) 2013 dengan skor 120 yaitu pada skala kerawanan sedang. tingkat resiko ini dapat meningkat, apabila kondisi klimatologi, topografi dan geohidrologi dipengaruhi oleh cuaca ekstrim.

“Maka atas dasar itu penting kiranya tersebut tentunya harus menjadi perhatian bersama stakeholder, agar upaya penanggulangan bencana di wilayah kota cimahi, tidak hanya sekedar penanggulangan darurat saat kejadian bencana, namun bagaimana upaya pengurangan resiko dapat menjadi panduan dalam menekan angka kejadian bencana alam maupun non alam secara tepat sasaran,” hal itu dikatakan Wakil Walikota Cimahi Sudirtao dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sungai kepada aparatur dan masyarakat di kota cimahi tahun 2016 yang berlangsung di Gedung A, Komp Perkantoran Pemkot Cimahi.

Sudiato  berpesan dalam menangglangi bencana dimulai dari hal kecil seperti membuang sampah pada tempatnya tidak membuang sampah di sungai, bekerja bakti membersihkan selokan atau parit-parit di lingkungan rumah kita dari sampah sehingga aliran air menjadi lancar itu sudah dapat mengurangi resiko bencana khusunya banjir, apalagi bisa melakukan penghijauan di lahan-lahan kosong sebagai daerah serapan air.

Melakukan penghijauan di hutan-hutan yang gundul (reboisasi) secara mandiri maupun dengan bermitra dengan semua komponen atau stakeholder.

“Karena mencegah dan menanggulangi banjir tak dapat dilakukan oleh pemerintah saja dibutuhkan komitmen dan kerjasama berbagai pihak untuk menghindari khususnya kota cimahi dan pada umumnya kota – kota atau daerah lainnya di indonesia dari bencana banjir atau bencana bencana lainnya yang mungkin tidak diperhitungkan atau di prediksi dapat terjadi kapan saja,” lanjtnya Kamis (08/09/2016).

Sejalan dengan itu, untuk lebih mempererat silaturahmi dan  menyatukan persepsi dan langkah - langkah untuk  antisipasi dalam kaitannya pengurangan resiko bencana, maka harapan pada kegiatan sosialisasi ini dapat menjadi pengenalan dan pemantauan risiko bencana dan perencanaan partisipatif penanggulangan bencana, pengembangan budaya sadar bencana, peningkatan komitmen terhadap pelaku penanggulangan bencana dan penerapan upaya fisik, nonfisik, serta pengaturan penanggulangan bencana.

“Alhamdulillah, hari ini sudah hadir para narusumber maupun fasilitator kebencanan yang akan memaparkan pengalaman dan sudut pandangnya secara menyeluruh kaitannya dengan pengurangan resiko bencana. ke depannya kami berharap kegiatan ini bukan hanya sesaat tapi ada tindak lanjutnya secara kontinyu dan menghasilkkan komitmen bersama para semua unsur stakeholder atau pun komponen masyarakat di kota cimahi dapat mensinergiskan visi, misi dan tujuan bersama yang dilandasi itikad baik serta semangat dalam mengawal pembangunan di kota yang kita cintai ini,” katanya

Beliau pun megajak  untuk bersama - sama menjaga kebersihan baik itu sungai, lingkungan sekitar kita, keindahan kota serta menjaga bersama sama kota yang kita cintai menjadi aman, tertib, kondunsif serta dapat terhindar dari segala macam bencana baik secara menyeluruh maupun khusus dari bencana seperti banjir, longsor, gempa, kebakaran, angin puting beliung sebagai bagian dari tanggung jawab bersama;

“Mengajak kaum muda dan masyarakat serta semua komponen yang ada di kota cimahi untuk bekerjasama menjaga lingkungan sekitar agar tercipta cimahi yang bersih demi kelangsungan hidup generasi penerus kita di masa mendatang,” tutupnya