Loading...

Diseminasi Grand Design Pembangunan Kependudukan Untuk Pengendalian Penduduk

Administrator 11 Desember 2018 325 kali dilihat
Bagikan:
Diseminasi Grand Design Pembangunan Kependudukan Untuk Pengendalian Penduduk
CIMAHI.- Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi menggelar Diseminasi Grand Design Pembangunan Kependudukan Kota Cimahi tahun 2018-2038 digelar di Aula Gedung B Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi. Hal itu dilakukan untuk membuat program terarah dalam hal pengendalian penduduk Kota Cimahi. 

Kasi Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Penggerakan DinsosP2KBP3A Kota Cimahi Lina Herlina menjelaskan, diseminasi grand design pembangunan kependudukan kota Cimahi tahun 2018-2038 dilaksanakan untuk mengendalikan penduduk kota Cimahi. "Agar tumbuh seimbang serta ada sinkronisasi dan sinergisitas dengan SOPD terkait," ujarnya.

Kegiatan diseminasi diikuti 60 peserta yang berasal dari seluruh OPD Kota, Camat, Lurah, Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Kelurahan, PL.KB dan Paguyuban KB Pria dan TPD.

"Masalah kependudukan harus terus disosialisasikan, untuk itu, program KB harus tetap digalakkan supaya pertumbuhan penduduk bisa dikendalikan," katanya.

Ferry Hadianto Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pajajaran Bandung mengatakan, Pemerintah Kota Cimahi harus menurunkan angka pertumbuhan penduduknya dalam 20 tahun ke depan.

"Bila penduduknya tidak dikendalikan nantinya bisa tumbuh dan jumlahnya bisa mencapai diatas satu juta,"ujarnya.

Oleh karena itu jelas Ferry, perlu  direkayasa grand design kependudukan.  "Agar jumlah penduduk bisa tetap optimal, sesuai daya tampung wilayah," ungkapnya.

Selain pertumbuhan penduduk karena kelahiran, kedatangan pendatang di Kota Cimahi juga mempengaruhi jumlah penduduk. 

"Sebagai upaya antisipasi agar sektor-sektor yang diakses oleh pendatang baru itu harus menjadi perhatian, seperti misalnya perumahan, pelayanan kesehatan dan pendidikan harus menjadi perhatian, mana yang bisa diakses oleh pendatang sehingga jangan sampai nantinya pendatang bisa mendapatkan akses yang lebih baik daripada orang Cimahi sendiri," bebernya. (RF)***