Sosialisasi program KB aktif Metode MKJP
Administrator
21 Januari 2019
332 kali dilihat
CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi bakal melakukan sosialisasi dan edukasi terkait penggunaan program
Keluarga Berencana (KB) aktif Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
Pasalnya, penggunaan KB jangka panjang itu dinilai masih rendah.
Dari
catatan Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota
Cimahi, peserta KB MKJP hingga November 2018 baru mencapai 23.754
pasangan."MKJP
untuk di Cimahi sendiri masih rendah. Banyaknya jangka pendek," kata
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana pada Dinsos
DinsosP2KBP3A, Rosi Desrita, Minggu (21/1/2019).Dari
94.823 pasangan usia subur, yakni 15-49 tahun yang terdata hingga
November 2019, jumlah peserta KB aktif yang terdata baru 74.630
pasangan. Namun, kebanyakan masih menggunakan KB jangka pendek.Seperti
penggunaan KB aktif metode IUD sebanyak 19.743 orang, MOW sebanyak
3.016 orang, MOP sebanyak 218 orang, Kondom sebanyak 1.410 orang, Implan
sebanyak 777 orang, suntik sebanyak 38.989 orang serta Pil sebanyak
10.477 orang."Jadi,
kepesertaan KB aktif sampai November 2018 baru 78,70%. Banyak yang
masing menggunakan (KB) jangka pendek. Kebanyakan suntik pil, kondom,
itu jangka pendek," beber Rosi.Tahun
ini, lanjut Rosi, Pekerjaa Rumah (PR) yang harus dikerjakan ialah
mengedukasi masyarakat Kota Cimahi agar beralih menggunakan KB aktif.
Khususnya ikut ke dalam program KB aktif MKJP."Program MKJP itu harus kita mulai perlahan ke masyarakat," katanya.Untuk
mengedukasi masyarakat perihal KB, pihaknya bakal mengandalkan Petugas
Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kota dan Tim Penggerak Desa (TPD)
Kota Cimahi untuk menyosialisasikan serta mengedukasi masyarakat perihal
KB MKJP."Kita
mulai ke maysarakat untuk memberikan advokasi bagaimana msyarakat mulai
beralih ke MKJP. Kita pelan-pelan akan ditingkatkan MKJP-nya,"
pungkasnya.Sekedar
informasi, tujuan dari program KB ini adalah untuk memperbaiki
kesehatan dan kesjehatraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan (Normal
Keluarga Kecil Bahagia sejahtera (NKNBS) yang menjadi dasar terwujudnya
masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus
menjamin terkendalinya pertumbuhan penduduk.