CIMAHI.- Wali Kota
Cimahi Ajay Muhamad Priatna menerima piagam penghargaan dari Menteri
Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Penghargaan diberikan karena Kota Cimahi
sebagai salah satu dari 10 Kota di Indonesia yang memiliki kinerja
tertinggi.
Wali Kota Cimahi, Ajay Muhamad Priatna
mengungkapkan, raihan penghargaan diberikan berdasarkan penilaian dan
evaluasi yang dilakukan oleh Tim Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah (LPPD) Kota Cimahi Tahun 2017.
”Berdasarkan
hasil penilaian dan evaluasi, tim menyatakan bahwa Pemerintah Kota
Cimahi dinilai memiliki kinerja tinggi dalam pelaksanaan urusan wajib
dan urusan pilihan,” ujarnya.
Menurutnya,
penilaian kinerja tinggi dalam pelaksanaan urusan wajib dan urusan
pilihan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang
LPPD kepada Pemerintah, LKPJ kepada DPRD dan ILPPD kepada Masyarakat,
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman EKPPD. Serta
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan
Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.
Walikota
mengucapkan rasa syukur dan rasa terima kasih kepada masyarakat
dikarenakan Kota Cimahi menjadi salah satu Kota terbaik dalam LPPD di
Indonesia.
”Saya berharap penghargaan ini dapat
menjadi motivasi ke depan menjalankan pemerintahan betul-betul dapat
dirasakan oleh masyarakat Kota Cimahi,” tandasnya.
Penghargaan
yang diberikan bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke
XXIII tersebut diserahkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dan
diterima langsung oleh Ajay di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Kamis
(25/04).
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo dalam
sambutannya menekankan agar peringatan Hari Otonomi Daerah dimaknai
dengan baik dimana pemerintah daerah hadir untuk mewujudkan
kesejahteraan masyarakat.
”Pemerintah daerah bisa perankan fungsinya untuk menumbuhkan kemandirian daerah, transparansi serta akuntabilitas,” katanya.
Menurutnya,
otonomi daerah harus memberi manfaat untuk daerah dan tentunya
bermanfaat bagi masyarakat. Otonomi daerah juga harus membuat daerah
membangun tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan taat hukum.
Sehingga otonomi daerah benar-benar bisa dirasakan secara maksimal oleh
masyarakat.
”Setiap daerah juga harus mempunyai
inovasi, sehingga dapat meningkatkan daya saing sebagai daerah otonom
untuk menghadapi persaingan global,” ujarnya.
Dengan
meningkatnya perekonomian masyarakat di daerah, lanjutnya tentu akan
memberi dampak terhadap pengurangan angka kemiskinan, meningkatkan
kualitas kesehatan, pendidikan serta mendorong penciptaan lapangan
pekerjaan, menjaga kelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup.
Selain
itu dapat pula mewujudkan kerukunan antar suku dan agama, serta
meminimalisir berbagi pengaruh radikalisme yang datang dari dalam
maupun luar daerah yang mengancam keamanan nasional dan regional.
”Saya
berharap apresiasi yang diberikan menjadikan motivasi bagi peningkatan
kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah,” tandasnya.