Loading...

Pemkot Cimahi Terapkan SOP Kebencanaan

Administrator 30 April 2019 243 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Terapkan SOP Kebencanaan

CIMAHI.- Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Pemkot Cimahi menggelar simulasi Evakuasi Mandiri Bencana di Lapangan Apel Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Jumat (26/4/2019). 

Simulasi Bencana diawali dengan guncangan gempa bumi berkekuatan 6,8 skala ritchter yang terasa hingga ke kompleks Pemkot Cimahi. Akibatnya, muncul kerusakan di beberapa bagian gedung hingga kebakaran sebagai dampak gempa. 
Sejumlah PNS yang terjebak dalam reruntuhan dievakuasi. Selain dibawa ke arah tangga, para korban juga ditandu dengan proses vertikal rescue dan petugas yang melakukan rapeling sambil menggendong korban, turun dari atas gedung dengan menggunakan tali.
Hal itu menjadi bagian dari penerapan Standard Operational Procedure (SOP) kesiapsiagaan Bencana di kawasan Pemkot Cimahi.
"Sekarang sudah diterapkan SOP Kebencanaan, seperti marka evakuasi, tanda titik kumpul saat terjadi Bencana, alat pemadam api, tapi belum punya alat pemecah kaca," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Nanang.
Keberadaan marka dan tanda jalur evakuasi, menjadi faktor pengurangan resiko kebencanaan, selain sosialisasi pada tiap orang.
"Kita ujicoba di Pemkot Cimahi, bagaimana cara menyelamatkan diri ketika terjadi bencana seperti gempa, disusul dengan kebakaran. Jadi jalurnya itu melalui tangga karena kalau lift akan berhenti beroperasi. Pemkot juga sudah punya titik kumpul bencana, yakni di lapang apel, plaza rakyat, dan area parkir masjid pemkot," jelasnya.
Dalam ranah penanggulangan kebencanaan, BPBD tergabung dalam tim rescue gabungan yang didalamnya terdiri dari Pemadam Kebakaran, Tagana, serta PMI.
"Tim resgab ini yang setiap waktu standby menghadapi potensi bencana. Bila terjadi, mereka akan langsung terjun ke lokasi dengan respon time yang sangat cepat. Terus dilatih juga setiap hari," katanya.
Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana menambahkan, penanggulangan bencana adalah tanggung jawab semua pihak.
"Kesiapan masyarakat menentukan besar kecilnya dampak bencana. Masyarakat menjadi pelaku penting mengurangi kerentanan dengan meningkatkan kemampuan diri menangani bencana," ujarnya.