CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi langsung terjun ke lokasi bencana longsor di Jalan Awi Gombong RT 4 RW 19 Kelurahan Citeureup Kec. Cimahi Utara,
Jumat (26/4/2019) malam. Masyarakat diminta mewaspadai potensi bencana
di permukiman yang berada pada kawasan rawan longsor di Kota Cimahi.
Dalam kejadian longsor, 8
orang penghuni pasa satu rumah tertimbun reruntuhan bangunan. Sebanyak 6
orang selamat, sedangkan dua orang usia anak meninggal dunia.
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna dan Wakil Walikota Cimahi Ngatiyana
bersama Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara langsung turun ke
lokasi kejadian. Selain memantau tempat kejadian, mereka juga
mengunjungi korban.
Walikota Cimahi Ajay M. Priatna mengatakan, curah hujan yang deras berlangsung cukup lama memicu gerakan tanah menyebabkan longsor. "Longsoran itu menimpa rumah, isinya 3 keluarga terdiri dari 8 orang. Dua orang anak yang meninggal dunia," ujarnya.
Pemerintah Kota Cimahi menyatakan turut berduka cita atas kejadian
tersebut. "Kami haturkan belasungkawa, semoga keluarga iklas. Kami juga
akan beri bantuan dampak bencana kepada korban," ucapnya.
Pihaknya memerintahkan camat dan lurah untuk memeriksa titik rawan longsor
seperti lokasi tersebut. "Dilihat dari kontur tanah tidak layak untuk
rumah huni, makanya harus diantisipasi. Kami berharap masyarakat
memiliki kewaspadaan sehingga tidak membangun rumah di daerah rawan longsor," katanya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi
Nanang mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan bantuan dasar kepada
korban. Termasuk bantuan untuk warga terdampak.
Berdasarkan peta potensi gerakan tanah Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, wilayah Cimahi Utara memiliki
kerentanan menengah hingga tinggi pada April 2019.