CIMAHI
- Gelandangan dan pengemis (gepeng) diprediksi bakal bermunculan dalam
waktu dekat ini di Kota Cimahi. Realitas itu selalu terjadi setiap bulan
Ramadhan, khususnya mendekati lebaran Idul Fitri tahun ini.
Melihat
realitas bulan suci Ramadhan tahun lalu, gepeng umumnya adalah Lanjut
Usia (Lansia), ibu-ibu dengan modus membawa anak kecil hingga kategori
anak. Mereka umumnya beroperasi di tempat keramaian seperti di sekitar
Alun-alun Cimahi dan Jalan Gandawijaya.Kepala
Dinas Sosial Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Cimahi, Erick Yudha mengakui,
Cimahi ini menjadi salah satu destinasi gepeng untuk mengais rezeki.
Apalagi dengan memanfaatkan bulan Ramadhan."Iya
(Cimahi jadi tujuan gepeng). Coba nanti liat apalagi waktunya lebaran.
Di Alun-alun itu kan pasti mereka datang ke situ dimana orang
berkumpul," ujar Erick, Senin (13/5/2019).Dikatakannya,
Kota Cimahi sendiri menjadi daerah lintasan sehingga kerap didatangi
gepeng. Bukan hanya saat bulan puasa saja, tapi juga dibulan-bulan
biasa. Tapi memang harus diakui jumlahnya biasanya kerap meningkat pada
moment puasa dan lebaran."(Jumlahnya)
fluktuasi. Waktu operasinya juga fluktuasi. Datang ke Cimahi pagi,
siang pindah. Sore balik lagi. Pindah tempat," katanya.Pihaknya,
lanjut Erick, permasalahan gepeng ini sangat sulit untuk ditangani.
Apalagi harus merubah paradigma supaya mereka tidak mengemis lagi.
Tindakan keras seperti pengusiran pun tidak mungkin dilakukan pihaknya
mengingat tak ada regulasi khusus untuk melarang keberadaan gepeng."Yang jadi masalah seperti gepeng kita gak bisa ngusir. Nanti salah juga. Ini sulitnya menangani masalah gepeng," ucapnya.Sejauh
ini yang bisa dilakukan Dinas Sosial Kota Cimahi, kata Erick baru
sebatas pemantauan dan pembinaan. Pembinaan juga khusus bagi gepeng yang
berdomisili di Kota Cimahi. Sementara dari luar, itu disarankan untuk
kembali ke daerah asalnya."Pemanataun kita lakukan. Kalau orang Cimahi kita lakukan pembinaa. Pendatang kita sarankan keluar," pungkasnya.