Loading...

Irigasi Cimahi Diklaim Cukup Baik

Administrator 16 Juli 2019 261 kali dilihat
Bagikan:
Irigasi Cimahi Diklaim Cukup Baik

CIMAHI - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mengklaim, kondisi daerah irigasi yang dikelola Pemkot Cimahi masih cukup baik. Bahkan, dimusim kemarau ini masih bisa mengaliri sawah di Kota Cimahi.

"Kondisi baik sekitar 70 persen. Irigasi kalau kita lihat sumbernya dari sungai, debitnya memang berkurang, tapi karena masih cukup baik. Khususnya Leuwilayung," ungkap Kepala Seksi Drainase pada DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (15/7).

Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permen PUPR) Nomor 14 Tahun 2015 tentang Kriteria Penetapan dan Status Daerah Irigasi, ada lima daerah irigasi yang dikelola Pemkot Cimahi.

Yakni irigasi Leuwilayung yang mengairi 111 hektare sawah, irigasi Leuwiteureup yang mengairi 80 hektare, irigasi Jorolot yang mengairi 15 hektare irigasi kantin yang mengairi 15 hektare, dan irigasi Pasir Kumeli yang mengairi 5 hektare lahan sawah.

"Dalam Permen PU yang terakhir, Cimahi dinyatakan masih memiliki kewenangan terhadap 5 (lima) daerah irigasi. Total mengaliri 226 hektare," terang Sambas.

Namun, kata Sambas, dari lima daerah irigasi yang dikelola pihaknya, dua di antaranya sudah tidak berfungsi lagi sebab sudah dijadikan pemukiman warga. Keduanya adalah derah irigasi Kantin dan Pasir Kumeli.

Pihaknya sudah mengajukan revisi Surat Keputusan (SK) kepada pemerintah pusat agar dua daerah irigasi itu dihapuskan dari daftar yang dikelola Pemkot Cimahi.
"Kita minta irigasi Kantin dan Pasir Kumeli dihapuskan karena sudah tidak ada. Jadi, berbicara fakta keweangan Cimahi itu cuma 3 (tiga) tadi," beber Sambas.

Selain daerah irigasi tadi, sebetulnya ada irigasi lainnya yang mengalir ke area pertanian di Kota Cimahi. Di antaranya daerah irigasi Malang, daerah irigasi Bangkok, daerah irigasi Citopeng, daerah irigasi Lagadar dan daerah irigasi Cijanggel.

"Tapi itu dikelolanya bukan sama kita, tapi oleh Pemprov Jabar," ucap Sambas.

Khusus daerah irigasi Cijanggel, berdasarkan pantauan kondisinya sudah sangat kering. Sama sekali sudah tidak ada aliran air sejak dari hulu. Selain dampak kemararau, banyaknya pipa-pipa milik sejumlah pihak juga sedikitnya mempengaruhi debit aliran air dari Sungai Cijanggel yang terdapat di Cisarua, Bandung Barat.

Daerah irigasi cijanggel sendiri mengaliri area pertanian di Kota Cimahi seluas 20 hektare. 15 hektare di antaranya sawah di Kampung Pasir Kiara, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Akibat tak teraliri air dari irigasi Cijanggel, sawah di sana mengalami kekeringan.

"Iya memang setelah kita cek, dari Cijanggelnya sudah tidak ada airnya," tutur Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Cimahi Utara, Rani Kurniati.