CIMAHI.- Kondisi geografis
Indonesia yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba
internasional, untuk menjadikan Indonesia pangsa pasar peredaran gelap
narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi mengajak semua
lapisan masyarakat untuk memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi
penerus dari pengaruh buruk narkoba.
“Narkoba dapat
masuk ke Indonesia, karena banyaknya pintu masuk melalui jalur ilegal,
permintaan besar dan keuntungan besar yang menjadi daya tarik utama,”
ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi Ivan Eka Satya,
pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional(HANI) tahun 2019, di
Car Free Day Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi,
Minggu (28/7/2019).
Menurut Ivan, kejahatan
narkoba tidak hanya dilakukan perseorangan, tetapi juga melibatkan
banyak orang dengan jaringan yang tersebar secara nasional dan
internasional.
“Oleh karenanya perang terhadap
narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah, tetapi harus dilakukan
secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, baik
instansi pemerintah maupun komponen masyarakat,” paparnya.
Berdasarkan
hasil survey LIPI tahun 2019 yang dilakukan di 34 provinsi dengan
rentang usia responden 15-64 tahun, menunjukkan 2,3 juta pelajar dan
mahasiswa di Indonesia mengkonsumsi narkotika.
BNN
Cimahi selama tahun 2018 telah melakukan rehabilitasi 54 pecandu
narkotika. Dengan umur rentan pengguna 70,38 persen dewasa dan remaja
29, 62 persen.
"Mengajak semua pihak untuk berjuang
bersama, menjadikan Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran
gelap narkoba," jelasnya.
Sekda Kota Cimahi Dikdik
Nugraha mengatakan, peringatan HANI 2019 merupakan bentuk keprihatinan
terhadap permasalah narkoba di dunia yang belum dapat diselesaikan
sehingga sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Memerangi narkoba sampai tuntas menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat,” ujarnya.*