Loading...

Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, BNN Kota Cimahi Ajak Masyarakat Perangi Narkoba

Administrator 30 Juli 2019 139 kali dilihat
Bagikan:
Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2019, BNN Kota Cimahi Ajak Masyarakat Perangi Narkoba
CIMAHI.- Kondisi geografis Indonesia yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional, untuk menjadikan Indonesia pangsa pasar peredaran gelap narkoba. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi mengajak semua lapisan masyarakat untuk memerangi narkoba demi menyelamatkan generasi penerus dari pengaruh buruk narkoba.
“Narkoba dapat masuk ke Indonesia, karena banyaknya pintu masuk melalui jalur ilegal, permintaan besar dan keuntungan besar yang menjadi daya tarik utama,” ujar Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi Ivan Eka Satya, pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional(HANI) tahun 2019, di Car Free Day Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Minggu (28/7/2019).
Menurut Ivan, kejahatan narkoba tidak hanya dilakukan perseorangan, tetapi juga melibatkan banyak orang dengan jaringan yang tersebar secara nasional dan internasional.
“Oleh karenanya perang terhadap narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah, tetapi harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat,” paparnya.
Berdasarkan hasil survey LIPI tahun 2019 yang dilakukan di 34 provinsi dengan rentang usia responden 15-64 tahun, menunjukkan 2,3 juta pelajar dan mahasiswa di Indonesia mengkonsumsi narkotika.
BNN  Cimahi selama tahun 2018 telah melakukan rehabilitasi 54 pecandu narkotika. Dengan umur rentan pengguna 70,38 persen dewasa dan remaja 29, 62 persen.
"Mengajak semua pihak untuk berjuang bersama, menjadikan Indonesia bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba," jelasnya.
Sekda Kota Cimahi Dikdik Nugraha mengatakan, peringatan HANI 2019 merupakan bentuk keprihatinan terhadap permasalah narkoba di dunia yang belum dapat diselesaikan sehingga sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Memerangi narkoba sampai tuntas menjadi prioritas pemerintah bersama masyarakat,” ujarnya.*