CIMAHI.- Jelang HUT RI ke-74
tahun 2019, Pemkot Cimahi menghadirkan monumen alat utama sistem
persenjataan (alutsista) di sejumlah taman di Kota Cimahi. Dengan
demikian, keberadaan alutsista tersebut memperkuat identitas Kota Cimahi
sebagai Kota Militer.
Peresmian penyimpanan
alutsista berlangsung di taman media jalan HMS Mintaredja akses tol
Baros, Selasa (13/8/2019). Taman tersebut juga dinamakan "Taman
Perjuangan", sebagai apresiasi atas perjuangan para leluhur merebut dan
mempertahankan kemerdekaan RI.
Di taman tersebut,
terpasang dua unit tank AMX-13. Tiga unit alutsista lainnya yaitu 2 unit
panser ”Saladin” hingga meriam Gunung M-48 terpasang di depan Kompleks
Padasuka Indah sebagai perbatasan dengan Kab. Bandung Barat dan Taman
Sriwijaya.
Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna
mengatakan, Kota Cimahi identik dengan militer dengan sejarah sejak
jaman kependudukan Belanda. "Hingga sekarang ada 13 pusdik TNI di Kota
Cimahi, mayoritas TNI pasti pernah mengenyam pendidikan disini. Kita
wujudkan dengan pemasangan alutsista sehingga menjadi simbol bahwa
Cimahi memang identik dengan militer," ujarnya.
Keberadaan
Taman Perjuangan serta Monumen Alustista selain sebagai tempat rekreasi
juga memberi pemahaman sejarah kepada masyarakat tentang latar belakang
sejarah Kota Cimahi yang dibangun pada zaman Pemerintahan Kolonial
Belanda dengan fungsi utama sebagai tempat garnisun militer.
"Alutsista
tersebut merupakan salah satu alat pertahanan negara yang dipakai TNI.
Dengan monumen ini bisa dipakai masyarakat berwisata, juga sebagai
sarana mengenal sejarah Kota Cimahi," ungkapnya.
Wakil
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menambahkan, keberadaan alutsista pada taman
di Kota Cimahi menyempurnakan wisata militer dan sejarah Kota Cimahi.
"Alhamdulillah pimpinan TNI merespon Pemkot Cimahi dengan memberi hibah
alutsista tersebut. Semuanya sudah didemiliterisasi, sehingga tinggal
rangkanya saja dan aman untuk dilihat masyarakat. Tinggal kita pelihara
dan jaga bersama," jelasnya.*