CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot)
Cimahi) bakal mengerahkan 1.165 kader pendataan untuk melakukan Pendataan
Keluarga (PK) di Kota Cimahi tahun 2020. Rencananya, pendataan lima tahunan itu
akan dimulai Juni mendatang.
Ribuan kader yang bertugas mendata seluruh penduduk di Kota
Cimahi merupakan hasil pemetaan tahun 2019 dan sudah diserahkan kepada Badan
Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Rinciannya, sebanyak 465 kader akan bertugas mendata di
wilayah Kecamatan Cimahi Selatan, sebanyak 383 kader di wilayah Kecamatan
Cimahi Tengah dan 317 bertugas di wilayah Kecamatan Cimahi Utara.
"Kader pendataan sudah disampaikan ke BKKBN, berdasarkan
hasil pemetaan tahun 2019," kata Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan
Keluarga Berencana pada Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A), Rosi Desrita, Selasa (24/3/2020).
Dikatakan Rosi, PK dilakukan setiap lima tahun sekali oleh
pemerintah daerah bersama masyarakat secara serentak sesuai amanat
Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan
Pembangunan Keluarga, serta Peraturan Pemerintah Nomor 87 Tahun 2014 tentang
Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi
Keluarga.
PK akan menghasilkan data keluarga by name by address yang
menjadi sasaran intervensi program yang akan ditelusuri dari tingkat pusat,
provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan hingga RT/Rw.
Basis data tersebut akan menghasilkan profils PUS, keluarga
dengan balita, keluarga dengan remaja hingga keluarga dengan lansia.
"Terakhir 2015 sekarang pendataan penduduk 2020," ucap Rosi.
Meski PK dilakukan lima tahun sekali, terang Rosi, pihaknya
setiap tahun rutin melakukan pendataan dengan kader-kader pos KB. Berdasarkan
pendataan tahun lalu, jumlah KK di 15 kelurahan dengan 3 kecamatan se-Kota
Cimahi mencapai 158.590 KK.
Sedangkan jumlah jiwa yang terdata mencapai 526.896 orang,
jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) mencapai 92.399 pasangan dan jumlah peserta KB
aktif yang terdata mencapai 72.897 pasangan.
Rosi melanjutkan, sebelum dilakukan PK Juni nanti, pihak
BKKBN akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu April mendatang terhadap para
kader pendataan dari mulai kota, kecamatan hingga kelurahan.
Pendataan nantinya akan menggunakan dua cara, yakni cara online
by aplikasi dan cara manual oleh kader pendataan yang sudah disiapkan.
"Kebanyakan kita akan menggunakan aplikasi atau online di 12 kelurahan, 3
kelurahan lagi pakai manual," tandasnya.