CIMAHI - Jumlah Kepala
Keluarga (KK) di Kota Cimahi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Peningkatan itu cukup beralasan mengingat setiap tahunnya angka pernikahan di
Kota Cimahi cukup tinggi.
Berdasarkan hasil pendataan rutin yang dilakukan Dinas Sosial
Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
(DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi, pertumbuhan KK mencapai 3.000-4.000 setiap
tahunnya.
Angka itu sebanding dengan jumlah pernikahan yang mencapai
3.000 lebih setiap tahunnya. Catatan tahun 2019 saja, tercatat ada 3.748
pasangan yang tercatat menjadi suami istri. Ditambah lagi dengan KK yang pindah
dari luar Cimahi.
"Setiap tahun itu pasti jumlah KK meningkat 3-4 ribu
setiap tahunnya. Itu karena angka pernikahan sama yang pindah jadi warga
Cimahi," ungkap Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
pada DinsosP2KBP3A Kota Cimahi, Rosi Desrita, Senin (23/3/2020).
Data terakhir hingga tahun 2019, jumlah KK di Kota Cimahi
mencapai 158.590 KK. Dengan bertambahnya KK itu, otomatis sedikitnya akan
bertambah juga jumlah jiwa. Tahun lalu, jumlah penduduk Kota Cimahi mencapai
mencapai 526.896 jiwa.
"Biasanya di satu rumah itu ada beberapa KK pas kita
datengin. Ya, jelas akan bertambah kan setiap KK itu apalagi yang baru menikah
pasti punya keturunan," jelasnya.
Untuk kepastiannya, Juni mendatang para kader pendataan yang
sudah disetorkan ke Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN)
akan memulai Pendataan Keluarga (PK) yang dilakukan lima tahun sekali.
Ada 1.165 kader pendataan yang sudah dibentuk tahun lalu.
Rinciannya, sebanyak 465 kader akan bertugas mendata di wilayah Kecamatan
Cimahi Selatan, sebanyak 383 kader di wilayah Kecamatan Cimahi Tengah dan 317
bertugas di wilayah Kecamatan Cimahi Utara.