Dinkes Cimahi Imbau Pelaku Perjalanan untuk Isolasi Mandiri dan Seab Test
Administrator
17 Juli 2020
398 kali dilihat
CIMAHI
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta warga yang usai
melakukan perjalanan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.
Sebab, dikhawatirkan membawa virus korona atau Covid-19 ke Kota Cimahi.
Sekretaris
Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini mencontohkan, ada
warga yang melakukan perjalanan dari luar wilayah, seperti dari
Surabaya, Jawa Timur. Yang bersangkutan jelas harus menjalani isolasi
sebab dikhawatirkan membawa virus korona.
"Pelaku perjalanan itu jelas harus diwaspadai. Khususnya dari zona hitam. Minimal harus diisolasi," imbuhnya, Kamis (15/7/2020).
Selain
itu, Rini, sapaan Chanifah meminta pelaku perjalanan untuk menghubungi
Puskesmas terdekat agar dilakukan swab test. Hal tersebut dilakukan
sebagai pencegahan penularan virus korona, terutama terhadap kontak
erat.
Sebab, ungkap Rini, penularan Covid-19 di Kota Cimahi sekarang
ini lebih rentan terjadi terhadap kontak erat. Misalnya, dari kepala
keluarga usai melakukan perjalanan dari luar wilayah kemudian tanpa
disadari menularkan kepada anak dan istrinya.
"Pelaku perjalanan,
kita minta hubungi Puskesmas untuk dilakukan swab. Kita fasilitasi
gratis karena masuk kategori OTG,” jelas Rini.
Ia menjelaskan, pelaku
perjalanan sendiri menjadi salah satu penyebab penularan virus korona
di Kota Cimahi. Selain tentunya dari kluster kegiatan keagamaan di
Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Memang masih dominan yang
dari kluster GBI, tapi kasus dari pelaku perjalanan ini yang sekarang
patut kita sisir. Kita minta masyarakat untuk aktif melaporkan ke
Puskesmas," ujar Rini.
Secara keseluruhan, lanjut Rini, kasus
Covid-19 di Kota Cimahi bisa dibilang mulai terkendali. Berdasarkan data
terkini, jumlah kasus terkonfirmasi positif masih bertahan pada angka
110 orang.
"Kalau kita bilang relatif terkendlai kalo dari hasil
sementara. Tenaga kesehatan allhamdulilah tidak ada yang positif, di
pasar juga cukup bagus. Jadi cukup bagus pengendaliannya," beber Rini.
Kemudian,
dari tingkat kesembuhan atau recovery rate-nya pun untuk saat ini
terbilang cukup cepat. Jika awal kasus, seperti dari kluster GBI Lembang
bisa memakan waktu hingga tiga bulan untuk penyembuhan, namun sekarang
ini maksimal hanya dua pekan.
"Yang menarik kasus di Cimahi alhamdulillah cepat sembuh yang sekarang kasus. Sekarang 10 hari udah sembuh," pungkas Rini.