CIMAHI.-Badan
Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi melakukan
penanggulangan terhadap bencana longsor di kebun milik Asep (55) di
Kampung Ciuyah RT 06/RW 12 Kelurahan Citeureup Kecamatan Cimahi Utara
Kota Cimahi. Longsoran tanah juga mengakibatkan terputusnya aliran
Sungai Cimahi.
Dimensi longsoran tanah yaitu
ketinggian sekitar 5 meter persegi dan lebar 20 meter persegi. Untuk
mengantisipasi agar tidak terjadi longsoran tanah susulan, pihak Pemkot
Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) dibantu
warga sekitar membuat tembok penahan tanah (TPT) yang terbuat dari
karung berisi material tanah.
Kepala Pelaksana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Asep Bahtiar
mengatakan, longsor tersebut terjadi akibat kontur tanah yang labil.
"Longsornya
terjadi di area kebun milik warga, dan juga menutupi saluran sungai.
Jadi sungainya meluap, makanya airnya turun ke area kebun warga,"
katanya.
Menurut Asep, longsoran tanah tersebut tidak sampai mengancam pemukiman warga karena jaraknya cukup jauh.
"Kalau
jarak ke pemukiman cukup jauh sehingga dari faktor keamanan masyarakat
cukup aman. Insya Allah tidak akan mengganggu aktivitas warga atupun
keselamatan warga," katanya.
Meski begitu, kata
Asep, pihaknya dan DPKP sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi agar
tidak terjadi lagi longsor. "Jangan sampai longsoran ini terus ke bawah,
karena kalau ke bawah ini ujungnya ke jurang sebenarnya, hanya saja
mengikis yang atasnya," terang Asep.
Pihaknua
memberikan bantuan sebanyak 450 karung ukuran 50 kilogram untuk
pembuatan TPT sementara. "Kita terus koordinasi dengan wilayah. Kita
upayakan agar tidak terjadi longsor susulan dengan membuat TPT sementara
dengan karung, kedepannya mungkin akan diperkuat dengan pembuatan
bronjong," katanya.**