CIMAHI.-Petugas
rescue Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi telah mengevakuasi
lebih dari 108 sarang tawon berbagai jenis sepanjang tahun 2020.
Penanganan evakuasi sarang tawon muncul di permukiman warga hingga
lahan kosong.
Kepala Seksi (Kasi) Penanggulangan
dan Penyelamatan pada Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Muhammad Nur
Effendi mengatakan, hampir setiap minggu pihaknya mendapat laporan
permintaan pemusnahan sarang tawon. "Selama tahun 2020 kemarin kami
mengevakuasi 108 sarang tawon di rumah warga," ujarnya.
Terdapat beberapa jenis sarang tawon yang dievakuasi, diantaranya tawon vespa affinis, tawon madu, dan tawon biasa.
"Yang
paling bahaya adalah tawon vespa affinis. Memiliki kemampuan memasukan
racun ke tubuh manusia. Tergantung jumlah tawon yang menyengat.
Berbahaya bila menyengat secara berkelompok, bisa menimbulkan kematian.
Korban yang terkena sengatan dosis kecil, tidak sampai meninggal, hanya
alergi dan bengkak," terangnya.
Diakui
Effendi, keberadaan sarang tawon kebanyakan terdapat di area rumah
milik warga. Dikhawatirkan keberadaan tawon ini akan mengancam
keselamatan. "Pernah ada korban anak kecil yang disengat tawon. Korban
sempat di rujuk ke klinik, karena sengatannya mengenau kepala,"
terangnya.
Untuk penanganan keberadaan sarang
tawon di rumah warga, dengan menggunakan peralatan yang dimiliki,
petugas Damkar langsung melakukan evakuasi, dan pemusnahan sarang tawon
tersebut.
"Masyarakat bisa lapor ke nomor layanan
Damkar (022-6658113). Nanti dengan dasar laporan mereka kita survei dan
ditindaklanjuti. Dilakukan pada malam hari, setelah berhasil dievakuasi
dibakar. Selama ini kesulitan lebih cenderung pada letak objek sarang
tawonnya, misalnya di atas atap rumah yang sulit dijangkau,"
tuturnya.***