CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi terus melakukan upaya untuk pengentasan banjir di wilayah Kota Cimahi. Selain berbagai kebijakan yang sudah berjalan, juga dilakukan penelusuran langsung di lapangan untuk mencari penyebab banjir di tiap wilayah.
Seperti yang dilakukan masyarakat berbagai unsur terkait yang menggelar aksi bersih-bersih saluran sungai di RW 8 Cigugur Tengah Simpang Pasar Cimindi Kota Cimahi. Dilakukan pengangkutan sampah dari badan sungai dan dikumpulkan ke dalam karung serta langsung diangkut menggunakan mobil bak sampah.
Plt. Walikota Cimahi Ngatiyana mengatakan, normalisasi sungai perlu dilakukan agar air mengalir dengan lancar. "Kita buang sampahnya biar airnya normal dan mengalir dengan lancar," ujarnya.
Menurut Ngatiyana, berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurangi dampak banjir. “Juga kita langsung pemantauan, cek di lapangan soal penyebab banjir. Sepertinya beberapa titik perlu sodetan dari saluran sungai, " imbuhnya.
Ngatiyana mengklaim, sementara ini upaya mengurangi banjir dengan operasional kolam retensi yang ada di Kelurahan Pasirkaliki. "Kolam retensi sudah dikeruk dan mulai menampung air, meski belum optimal tapi mengurangi banjir terutama di daerah perbatasan dengan Kota Bandung. Nanti di tahun 2023 akan dibangun oleh pemerintah pusat sehingga diharapkan fungsinya bisa lebih optimal lagi dalam menampung air sehingga mengurangi dampak banjir," tandasnya.
Sementara itu Lurah Cigugur Tengah, Rusli Sudarmadi menghimbau kepada warga di sekitar aliran sungai untuk berperan aktif menjaga menjaga kebersihan sungai. Dia mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah langsung ke sungai.
“Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah ke badan sungai. Karena sungai bisa mengalami pendangkalan dan ketika hujan deras datang volume air akan naik hal ini mengakibatkan sungai tidak bisa menampung air yang mengalir. Akibatnya, air akan meluap dari sungai dan memicu banjir,” tuturnya.***