Loading...

Cuaca Ekstrim Mengintai Kota Cimahi, Waspada Potensi Bencana

Adhy Rahadhyan S.I.Kom 15 Oktober 2022 1599 kali dilihat
Bagikan:
NotFound
CIMAHI - Kondisi cuaca ekstrim yang melanda Kota Cimahi kerap memicu potensi bencana. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi terhadap potensi bencana di lingkungan masing-masing.

Cuaca ekstrim yang menimoa Kota Cimahi mulai dari hujan lebat serta angin kencang. Hal itu berpotensi menimbulkan bencana banjir baik di ruas jalan hingga permukiman serta tanah longsor. 

Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pihaknya bergerak cepat melakukan penanganan bencana yang muncul akibat cuaca ekstrim. "Personel BPBD dibantu Tagana, Damkar, relawan bencana juga bergerak cepat mengatasi banjir. Juga mengirimkan bantuan logistik tanggap darurat bencana bagi warga yang terdampak," ujarnya.

Banjir turut merusak rumah milik warga hingga infrastruktur ruas jalan kota karena aspalnya mengelupas tergerus arus air yang kencang. 
"Kita sedang data, mana yang perlu diperbaiki segera dan diberi bantuan," jelasnya.

Ngatiyana mengklaim upaya pengentasan banjir di Kota Cimahi terus berjalan. Terutama di sejumlah titik langganan banjir terutama Jalan Jend. Amir Mahmud, Jalan Mahar Martanegara, dan kawasan Melong, Cimahi Selatan. 

"Langkah penanganan ini sekarang kita sedang melakukan pembenahan drainase dan perbaikan, mudah-mudahan mengurangi potensi banjir saat hujan deras karena potensi cuaca ekstrem masih ada," katanya.

Pemerintah Kota Cimahi telah membuat kolam retensi yang ada di Pasir Kaliki Cimahi Utara bekerjasama dengan rencananya Kolam Retensi Pasir Kaliki memasuki tahap penyelesaian akhir di tahun 2023 mendatang. 

"Kolam retensi Pasir Kaliki Insyaallah akan selesai di tahun 2023, untuk saat ini upaya untuk mengatasi banjir dilakukan dengan memperbaiki drainase dan saluran-saluran air," tutur Ngatiyana.  

Ngatiyana juga meminta warga Kota Cimahi untuk waspada bencana alam.

"Tetap hati-hati dan waspada terutama di musim yang ekstrim ini, dengan curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir atau tanah longsor, rumah roboh dapat terjadi bila kita tidak berhati-hati," tuturnya