CIMAHI.- Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi menyebutkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya. Sebab, kata dia, pemenuhan air bersih bisa berdampak positif.
"Peningkatan cakupan pelayanan air minum untuk mendukung penurunan angka kematian ibu dan stunting serta penanggulangan kemiskinan dan juga akan memberi dampak positif bagi kehidupan dalam rangka menciptakan suasana kehidupan yang lebih sehat," kata Dicky, Senin (16/12/2024).
Target dari SDG's (Sustainable Development Goals) mensyaratkan pada tahun 2030 akses air minum aman harus sudah tercapai 100%. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, target pemerintah terpenuhinya 75% akses air minum laik dan aman.
"Oleh karenanya Pemerintah Kota Cimahi berupaya untuk mewujudkan pelayanan air minum yang lebih baik dengan meningkatkan kualitas dan cakupan pelayanan," ujar dia.
Sebagai upaya peningkatan cakupan pelayanan air minum, Pemerintah Kota Cimahi melakukan pengembangan pelayanan dengan memanfaatkan kapasitas dari SPAM Cimahi Utara 80 liter per detik guna memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Cimahi.
"Tentu apa yang kita lakukan ini masih jauh daripada kebutuhan yang seharusnya. Karena dari 124.000 kepala keluarga yang ada di Kota Cimahi baru sekitar 49.000 kepala keluarga yang menikmati air bersih per pipa baik dari PDAM Kota Cimahi maupun PDAM Kabupaten Bandung maupun juga yang dari sumber artesis," terang dia
Dicky menegaskan bahwa pemerintah Kota Cimahi akan terus berupaya mendapatkan sumber air bersih yang baru atau intake yang di dapatkan dari Bandung Selatan yang nantinya akan bisa memperbanyak sambungan rumah yang bisa disediakan untuk kebutuhan air bersih di Kota Cimahi.