CIMAHI.- Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi berharap embung atau kolam retensi di Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cimahi Utara bisa segera disempurnakan pembangunannya oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Kepala Bidang Perumahan dan Pemukiman pada DPKP Kota Cimahi Sambas Subagja mengatakan, jika kolam retensi tersebut sudah dibangun 100 persen maka diperkirakan bisa menampung air hingga 59 ribu meter kubik.
"Kalau sekarang cuma nampung 13 ribu meter kubik itu juga kurang karena ada sedimen yang belum dikeruk. Nanti kalau udah dibangun BBWS bisa lebih optimal. Nanti kan strukturnya diperkuat berarti daya tampung bisa lebih banyak, bisa sampai 59 ribu meter kubik," kata Sambas, Kamis (26/12/2024).
Seperti diketahui pembangunan kolam retensi di Pasirkaliki itu dimulai tahun 2021 berupa pengerukan tanah yang dilakukan Pemkot Cimahi bekerjasama dengan Pemkot Bandhng. Namun belum dilakukan pembangunan struktrunya sehingga daya tampungnya belum optimal.
Keberadaan embung itu diharapkan bisa mengurangi debit air yang menjadi penyumbang banjir di Kota Cimahi dan sebagian kecil di wilayah Kota Bandung. Menurut Sambas, keberadaan kolam retensi itu seditiknya mengurangi debit air ke wilayah hilir.
"Alhamdulillah sedikitnya bisa menahan genangan ke wilayah Cigugur Tengah kalau untuk di Kota Cimahi, tapi memang kapasitanya belum maksimal," ujar Sambas.
Namun jika kolam retensi itu sudah dibangun seluruhnya, maka akan berdampak terhadap penanganan banjir di Kota Cimahi. Sebab, air yang mengalir melalui Sungai Cilember sebagian akan tertampung di embung tersebut.
"Itu bisa 21-30 persen penguranahnnya. Mudah-mudahan segera dibangun sehingga akan mengurangi volume air ke daerah tengah dan hilir di Kota Cimahi," kata dia.