CIMAHI.- Kota Cimahi berhasil masuk jajaran 4 besar realisasi belanja dan 11 besar untuk realisasi pendapatan tingkat kota berdasarkan laporan yang dihimpun dari 1 Januari sampai 14 November 2025. Realisasi serapan anggaran itu ditargetkan mencapai 95 persen di akhir tahun.
Cimahi menduduki peringkat 11 secara nasional untuk tingkat kota dengan capain 85,40 persen atau Rp1.368.246.058.148,00 dari total Rp1.602.245.016.066,00 untuk realisasi pendapatannya. Sedangkan untuk belanja daerahnya menduduki peringkat ke-4 tingkat kota dengan persentase 74,18 persen atau Rp1.301.272.816.172,00 dari total anggaran Rp1.754.298.400.984,94.
"Untuk serapan belanjanya kita sudah 74 persen dan berada di peringkat 4 secara nasional untuk tingkat kota. Kalau untuk pendapatannya 85% sampai dengan tanggal 14 November kemarin," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Dserah Kota Cimahi, Harjono, Rabu (19/11/2025).
Dirinya mengatakan, tingginya serapan angggaran di Kota Cimahi hingga masuk 4 besar terbaik untuk tingkat kota itu dikarenakan program yang jalankan di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Cimahi sudah berjalan sesuai perencanaan.
"Artinya program-program sudah direncanakan dengan baik sehingga bisa diserap. Itu kan representasi dari penganggaran," ucap dia.
Meski begitu, Pemkot Cimahi masih memiliki pekerjaan rumah (PR) hingga akhir tahun 2025 karena masih ada OPD yang masih belum maksimal untuk serapan anggarannya. Hal itu dikarenakan masih ada belanja modal yang belum terlaksana.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wali dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana-Adhitia Yudisthira yang menginginkan serapan anggaran berjalan maksimal. Harjono memastikan anggaran belanja di Kota Cimahi fokus pada program yang berkualitas dan berdampak terhadap masyarakat Kota Cimahi.
"Dari semua yang tinggi ada juga yang masih rendah lah, yang harus menjadi perhatian. Seperti belanja belanja modal, belanja modal untuk tanah, belanja modal itu belum, serapannya masih rendah," tandas Harjono.***