Loading...

Peringatan Hari Ibu 2025, Wali Kota Cimahi Sebut Peran Strategis Perempuan Hadapi Indonesia Emas 2045

Rano Hardiana 23 Desember 2025 338 kali dilihat
Bagikan:
Peringatan Hari Ibu 2025, Wali Kota Cimahi Sebut Peran Strategis Perempuan Hadapi Indonesia Emas 2045

CIMAHI.- Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyatakan pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai perjuangan perempuan. Menjalani berbagai peran sebagai seorang ibu dalam keluarga, masyarakat, dan negara, kehadiran perempuan sangat strategis dalam menyiapkan generasi penerus menghadapi Indonesia Emas 2045.

Hal itu terungkap pada Upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Tahun 2025 tingkat Kota Cimahi di Lapangan Apel Pemkot Cimahi Jalan Raden Demang Hardjakusumah Kota Cimahi, Senin (22/12/2025). Upacara dihadiri Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Ketua TP PKK Kota Cimahi Midjiati Ningsih, Sekretaris Daerah Maria Fitriana, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, camat dan lurah, organisasi perempuan, pimpinan instansi vertikal, serta ASN Pemkot Cimahi. Khusus untuk ASN perempuan, seluruhnya mengenakan pakaian kebaya dan kain batik.

Ngatiyana mengatakan, perjuangan seorang ibu dimulai sejak masa kehamilan, melahirkan, membesarkan anak, membangun rumah tangga, hingga mendorong semangat suami dalam menjalankan tugas kenegaraan maupun sosial. Peran ibu sangat strategis dalam menyiapkan generasi muda yang akan menghadapi Indonesia Emas 2045.

"Perjuangan seorang ibu sangat berat, inilah satu peran ibu tidak kalah penting dengan seorang laki-laki, yang mana seorang ibu juga turut serta dalam membangun, menyiapkan generasi muda, generasi emas menghadapi tahun 2045 nanti," ujarnya.

Tema PHI tahun 2025 yaitu "Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045". Merupakan sebuah pengingat bahwa perempuan bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi motor utama perubahan. Tema tersebut sejalan dengan agenda nasional dan implementasi Asta Cita dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan sistem perlindungan, penghapusan diskriminasi, serta percepatan pemberdayaan perempuan lintas sektor.

Ngatiyana turut membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Arifatul Choiri Fauzi. PHI setiap tanggal 22 Desember merupakan momentum bersejarah hasil perjuangan panjang perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak, kesetaraan, dan kebebasan berperan dalam pembangunan bangsa. PHI merupakan bentuk penghargaan negara atas pengabdian perempuan dalam merebut dan mengisi kemerdekaan, sekaligus apresiasi atas peran perempuan di ranah keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Peringatan ini merupakan apresiasi mendalam bagi seluruh perempuan Indonesia dalam semua peran dan kapasitasnya, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara. Dalam lintasan sejarah bangsa ini, perempuan Indonesia telah menjadi agen perubahan, menggerakkan inovasi, memperjuangkan keadilan, dan menguatkan nilai-nilai kemanusiaan. Ibu Menteri mengajak kita semua: pemerintah, dunia usaha, dan seluruh elemen bangsa, untuk memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan keadilan dan kesetaraan gender sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045," tuturnya.

Ngatiyana mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Cimahi memperkuat kolaborasi dalam menciptakan kota yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan serta anak sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas 2045. Semangat Hari Ibu ke-97 harus menjadi energi yang menjaga kekompakan dalam membangun kota yang inklusif, aman, dan ramah bagi perempuan serta anak.**