Loading...

Pemkot Cimahi Ajak Stakeholder Kolaborasi Antisipasi Kerawanan di Momen Nataru

Rano Hardiana 23 Desember 2025 269 kali dilihat
Bagikan:
Pemkot Cimahi Ajak Stakeholder Kolaborasi Antisipasi Kerawanan di Momen Nataru

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi mengajak semua stakeholder untuk berkolaborasi menghadapi momentum Natal 2025-Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Cimahi. Perayaan natal dan tahun baru merupakan momentum ibadah, kebersamaan, dan toleransi, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai kerawanan. 

"Diperlukan kesiapsiagaan menyeluruh, sinergi lintas sektor, serta kecepatan dalam pengambilan keputusan agar seluruh potensi gangguan dapat diantisipasi dengan baik," ujar Walikota Cimahi Ngatiyana pada Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Natal 2025-Tahun Baru 2026 di Mapolres Cimahi.

Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat dapat dijaga lewat peningkatan pengamanan untuk meningkatkan patroli, melakukan pemetaan kerawanan, serta memperkuat langkah preventif. "Pendekatan humanis tetap dikedepankan, namun ketegasan hukum harus diterapkan demi menjaga stabilitas dan rasa aman," katanya.

Pengamanan tempat ibadah dan ruang publik turut menjadi perhatian. "Gereja dan seluruh tempat peribadatan harus dijamin keamanannya agar umat dapat beribadah dengan khusyuk. Ruang publik seperti pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan fasilitas umum lainnya juga perlu pengawasan ekstra karena meningkatnya aktivitas masyarakat," ucapnya.

Pihaknya turut memantau ketersediaan pangan dan stabilitas harga. "Saya meminta perangkat daerah bersama instansi terkait untuk memastikan stok bahan pokok mencukupi, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali. Pengawasan pasar harus dilakukan secara rutin agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat," sebutnya.

Dalam rangka kelancaran arus kendaraan, meskipun Kota Cimahi bukan daerah tujuan utama namun posisi strategis sebagai wilayah lintasan memerlukan pengaturan lalu lintas yang optimal. "Rekayasa lalu lintas, pengamanan titik rawan kemacetan, serta koordinasi antar instansi harus dilakukan secara terpadu," paparnya.

Ngatiyana juga meminta kesiapan layanan kesehatan. "Saya meminta rumah sakit, puskesmas, dan layanan darurat untuk siaga penuh. Ketersediaan tenaga medis, fasilitas, dan obat-obatan harus dipastikan agar mampu merespons cepat berbagai kondisi darurat selama periode nataru," ucapnya.

Antisipasi cuaca ekstrem akhir tahun tidak luput dari pembahasan. "BPBD dan perangkat daerah terkait harus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, serta memastikan jalur komunikasi dan evakuasi siap digunakan apabila terjadi kondisi darurat," tuturnya.

Ngatiyana menekankan, setiap instansi harus memahami peran dan tanggung jawabnya. Setiap potensi masalah harus diantisipasi sejak dini. "Yang terpenting, masyarakat harus merasakan kehadiran Pemerintah selama perayaan Nataru. Saya mengajak seluruh unsur forkopimda dan stakeholder terkait untuk terus menjaga soliditas, memperkuat komunikasi, dan bekerja dengan penuh dedikasi. Mari kita jadikan momentum nataru sebagai bukti bahwa Kota Cimahi adalah kota yang aman, tertib, toleran, dan siap menghadapi tantangan apa pun," tandasnya.**