CIMAHI.- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi berhasil membangun enam unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal yang tersambung ke 401 unit rumah melalui Program Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) tahun 2025. IPAL komunal baru yang dibangun tahun ini tersebar di Kelurahan Baros, Kelurahan Melong, Kelurahan Cibeureum, dan Kelurahan Citeureup.
Selain itu, sebanyak 250 unit tangki septik individual yang tersebar di 10 kelurahan dibangun tahun 2025. Sehingga melalui program yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat itu, terdapat penambahan 651 rumah tangga yang kini telah terlayani sistem sanitasi layak.
"Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari meningkatnya kualitas hidup ratusan keluarga di Kota Cimahi," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Senin (22/12/2025).
Dirinya menegaskan, program Sanimas DAK 2025 merupakan bagian penting dari upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung penataan kawasan permukiman. Program ini juga menjadi wujud komitmen Pemkot Cimahi dalam percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pengolahan air limbah domestik.
"Pembangunan sanitasi merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta masa depan generasi kita," ujar Ngatiyana.
Dirinya mengatakan, keberadaan sanitasi yang layak merupakan bagian dari pencegahan penyakit berbasis lingkungan akibat sanitasi yang tidak memadai. Upaya ini dilakukan melalui sistem pengolahan air limbah yang mampu mencegah penyebaran penyakit sejak dari sumbernya.
"Tujuan utama dari pelaksanaan program Sanimas DAK tahun 2025 adalah untuk menciptakan kesehatan masyarakat dengan mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan, yang sering kali disebabkan oleh sanitasi yang tidak memadai. Dengan sistem pengolahan air limbah yang baik, dapat dicegah penyebaran penyakit sejak dari sumbernya," pungkasnya.***