CIMAHI.- Pelican Crossing di Jalan Gatot Subroto, Kota Cimahi untuk meningkatkan keselamatan pejalan kaki, khususnya para siswa. Apalagi mobilitas kendaraan di jalan tersebut sangat tinggi sehingga keberadaan pelicin berupa Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sangat penting.
"Jadi, pelican crossing ini adalah APILL yang diperuntukkan untuk memperlancar penyeberangan orang. Kita pasang mungkin baru tahun ini dan lokasinya di Jalan Gatot Subroto," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang, Rabu (14/6/25).
Endang mengungkapkan, pemasangan pelican crossing tersebut dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp200 juta dan telah dilaksanakan pada Desember lalu.
Menurutnya, lokasi Jalan Gatot Subroto dipilih karena di kawasan tersebut terdapat beberapa sekolah dengan aktivitas siswa yang cukup tinggi. "Di lokasi Jalan Gatsu itu banyak kegiatan anak-anak sekolah, sehingga memang perlu ada bantuan untuk menyeberang," tuturnya.
Endang mengakui, penggunaan pelican crossing masih tergolong baru bagi masyarakat Cimahi. Oleh karena itu, Dishub telah melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah di sekitar lokasi.
"Hari Senin kemarin kita sudah melakukan sosialisasi ke SMPN 6, dan Senin besok rencananya ke SMPN 1. Mulai dari cara pengoperasian dan pemahamannya kita sampaikan," kata Endang.
Terkait dampak terhadap kemacetan, Endang menegaskan bahwa pelican crossing memang bukan ditujukan untuk mengurai lalu lintas. "Kalau bicara kemacetan, ini memang bisa menimbulkan tundaan. Tapi tundaan sebentar untuk memberi kesempatan penyeberang jalan menyeberang dengan aman, ya kenapa tidak?" tegasnya.
Menurutnya, pengguna jalan tidak hanya pengendara, tetapi juga pejalan kaki yang memiliki hak yang sama atas keselamatan. Pihaknya juga memiliki rencana menambah pelican crossing di titik lain, salah satunya di Jalan Baros, yang juga memiliki banyak sekolah dan aktivitas penyeberangan.
"Kemarin sebetulnya sudah kita ajukan ke provinsi. Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan," ujar Endang.
Ia menilai, pelican crossing sangat dibutuhkan di ruas jalan dengan arus lalu lintas padat dan kecepatan kendaraan yang tinggi. Meski di awal sempat didampingi petugas, Endang menyebut saat ini masyarakat mulai terbiasa menggunakan fasilitas tersebut.
"Alhamdulillah sekarang sudah berjalan. Pejalan kaki sudah terbiasa, kendaraan pun kalau lampu merah otomatis berhenti," katanya.***