CIMAHI - Pemerintah Kota Cimahi menyalurkan ribuan paket bahan pokok bersubsidi melalui kegiatan Operasi Pasar Bersubsidi (OPADI) menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Program tersebut digelar di Kelurahan Melong, Selasa (11/03), sebagai upaya menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan.
Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Cimahi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat. Secara keseluruhan, sebanyak 1.086 paket bahan pokok dialokasikan bagi masyarakat Kota Cimahi.
Plt. Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Iyun Sapta Mulyana, mengatakan bahwa menjelang Idulfitri biasanya terjadi peningkatan permintaan berbagai komoditas pangan yang berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar. Karena itu, operasi pasar bersubsidi menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
“Menjelang hari raya keagamaan, harga kebutuhan pokok cenderung meningkat. Program operasi pasar bersubsidi ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok,” ujarnya.
Paket sembako dalam program OPADI tersebut terdiri dari beras premium 3 kilogram, minyak goreng premium 1 liter, gula pasir 1 kilogram, serta tepung terigu 1 kilogram. Total nilai paket mencapai Rp96.700, namun melalui subsidi pemerintah sebesar Rp56.700, masyarakat hanya perlu menebusnya dengan harga Rp40.000 per paket.
Dari total paket yang tersedia, sebanyak 543 paket didistribusikan kepada warga Kelurahan Melong, sementara sisanya disalurkan kepada masyarakat di Kelurahan Utama. Pemerintah Kota Cimahi memastikan distribusi dilakukan secara tertib dan tepat sasaran melalui mekanisme pendataan warga oleh kelurahan dan pengurus RW.
Menurut Iyun, sistem distribusi yang diterapkan menggunakan mekanisme “by order” melalui jejaring kewilayahan. Metode ini dinilai efektif untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus menghindari antrean panjang atau kerumunan masyarakat saat pengambilan paket.
“Pendataan melalui kelurahan dan RW membuat proses distribusi lebih tertib dan tepat sasaran. Dengan cara ini, masyarakat juga tidak perlu berdesakan saat pengambilan paket,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan paket subsidi tersebut secara bijak dan tidak memperjualbelikannya kembali dengan harga yang tidak wajar.
“Bantuan ini ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat. Gunakan sesuai kebutuhan rumah tangga agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh keluarga yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menjelaskan bahwa operasi pasar bersubsidi merupakan bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam mengendalikan inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga pangan menjelang hari besar keagamaan.
Menurutnya, program OPADI tahun ini dilaksanakan secara serentak di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat dengan total distribusi mencapai 94.391 paket bahan pokok yang disalurkan selama periode 10 hingga 14 Maret 2026.
“Operasi Pasar Bersubsidi merupakan salah satu instrumen intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga pangan. Selain OPADI, kami juga menjalankan berbagai program stabilisasi lain seperti Gerakan Pangan Murah dan pasar murah,” jelasnya.
Program tersebut menyasar masyarakat yang paling terdampak oleh kenaikan harga bahan pokok, khususnya kelompok masyarakat pada kategori desil dua dan tiga. Penentuan jumlah paket di tiap daerah juga mempertimbangkan tingkat inflasi, jumlah masyarakat yang membutuhkan, serta tren kenaikan harga komoditas pangan.
Melalui berbagai langkah intervensi tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu menjelang Idulfitri. Pemerintah Kota Cimahi juga berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan dapat terus diperkuat demi kesejahteraan masyarakat. (Bidang IKPS)***