Loading...

Pentingnya Hemat Air Bersih untuk Hindari Krisis di Tengah Fenomena El Nino

Riva Adam Puteri 07 Juli 2026 99 kali dilihat
Bagikan:
Pentingnya Hemat Air Bersih untuk Hindari Krisis di Tengah Fenomena El Nino

CIMAHI - Warga Kota Cimahi diminta untuk bijak dan berhemat air bersih di musim kemarau ini. Hal itu sangat penting untuk mengantisipasi krisis air bersih di musim kemarau yang diprediksi berlangsung lama karena adanya fenomena El Nino seperti yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


"Sehingga masyarakat diharapkan bisa secara mandiri mengantisipasi. Misalnya dengan bersiap menyediakan air, menampung air, kemudian menghemat air, lalu menggunakannya dengan lebih bijak," kata Kepala Pelaksana Badan Peanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Fithriandy Kurniawa, (7/7/2026).

Dirinya mengatakan, penghematan air bisa dilakukan masyarakat secara mandiri. Contohnya, meminimalisir cuci kendaraan menggunakan air di rumah dan lainnya. "Tidak untuk mencuci mobil barangkali nanti pada saat puncaknya. Kalau memang kendaraannya tidak terlalu kotor, cukup dilap saja. Jadi semacam itulah penghematan. Bentuk-bentuknya diserahkan kepada masyarakat bagaimana pelaksanaannya," ujar dia. 

Mengacu kepada kejadian kekeringan tahun sebelumnya, ungkap dia, seluruh RW di Kota Cimahi terancam mengalami krisis air bersih jika kemarau berlangsung cukup lama. Sehingga hemat dan bijak dalam menggunakan air bersih menjadi salah satu langkah antisipasinya.

"Sekitar 300 RW dari total 312 RW melaporkan kepada pemerintah kelurahan, kemudian diteruskan kepada kami mengenai krisis air bersih. Jadi di seluruh kelurahan, ada daerah-daerah tertentu yang rawan terdampak kekeringan atau kekurangan air bersih," ungkap dia.

Krisis air bersih yang dialami warga Kota Cimahi juga karena ketersediaan sumber air tanah dan sumur warga sudah mengalami penurunan muka air. Sehingga kondisi sumur pada musim kemarau nanti akan mengalami gangguan. 

"Jadi kekeringannya itu disebabkan sumber air di sumur mengalami penurunan. Karena di sana mayoritas sumber airnya itu dari sumur ditambah kan berebut dengan industri air tanahnya juga," kata Fithriandy. 

Pihaknya bersama stakeholder terkait seperti Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Cimahi sudah melakukan persiapan untuk menghadapi krisis air bersih di musim kemarau ini. Apalagi sebelumnya Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sudah menetapkan Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan. 

"Di mana personel kita lebih dipersiapkan, peralatan kita lebih dipersiapkan, kemudian koordinasi yang lebih intens dengan dinas terkait, seperti pengadaan air bersih di DPKP dalam hal ini. Kemudian dinas terkait lainnya yang kira-kira berkompetensi atau berkaitan dengan musim kemarau," pungkas Fithriandy.  (Bidang IKPS)**