CIMAHI.-Ekosistem inovasi Kota Cimahi mencatatkan pertumbuhan pesat. Lewat hal tersebut, Pemerintah Kota Cimahi menekankan inovasi harus mendorong hadirnya pelayanan publik yang berorientasi pada masyarakat.
Pada gelaran Cimahi Motekar Awards (ChiMa) 2026 yang digagas Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA), sebanyak 305 usulan inovasi berhasil dihimpun.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukan sekadar tren, melainkan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan efisien.
"Inovasi pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan bukanlah sekadar tren, melainkan pilar utama dalam menghadirkan pelayanan prima yang responsif, transparan, dan efisien bagi masyarakat," ujarnya.
Dari jumlah inovasi yang terhimpun, 207 inovasi diantaranya dikirimkan ke tingkat nasional untuk mengikuti Innovative Government Awards (IGA) Kementerian Dalam Negeri. Jumlah inovasi turut melonjak 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatatkan 171 inovasi.
Indeks Kematangan Inovasi daerah melonjak dari 84,5 menjadi 91,16 (naik 7,9 persen). Lonjakan ini menjadi modal kuat bagi Kota Cimahi untuk mengejar target masuk 10 besar nasional pada IGA 2026.
Pemkot Cimahi tetap menempatkan kualitas dan dampak inovasi sebagai perhatian utama, bukan semata mengejar jumlah inovasi.
"Dengan modal kematangan ini, target Kota Cimahi untuk menembus 10 besar di antara kota-kota lainnya pada IGA 2026 semoga dapat kita wujudkan bersama," katanya.
Penyelenggaraan ChiMa yang memasuki tahun ke-6 menghadirkan enam kelompok kompetisi. Yaitu, kelompok UPTD / BLUD / Puskesmas / Kelurahan, Guru dan Tenaga Pendidik, Janji Politik Terinovatif, ASN Laki-laki Terinovatif, dan ASN Perempuan Terinovatif.
Sebanyak 18 finalis terpilih melalui penilaian ketat berdasarkan kontribusi nyata inovasi terhadap pembangunan kota dan tingkat kematangannya. Selain itu, ChiMa 2026 diintegrasikan langsung dengan pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID) agar gagasan yang lahir sejalan dengan sasaran kinerja dan percepatan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah.
Di tengah keterbatasan anggaran (fiskal), Pemkot Cimahi berkolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi, khususnya bagi akar rumput dan non-pemerintah. Dukungan kemitraan ini terwujud berkat kolaborasi strategis dengan Bank BJB Cabang Kota Cimahi dan The Local Enablers (TLE).
Ke depan, BAPPERIDA merekomendasikan penguatan regulasi serta penyempurnaan inovasi dari tataran teknis menuju level program dan strategi kebijakan yang berdampak sistemik.
"Inovasi harus ditingkatkan ke level program dan strategi agar dampaknya dirasakan langsung pada kesejahteraan publik," tegasnya.
Melalui ChiMa Awards 2026, Pemkot Cimahi menegaskan bahwa inovasi ditransformasikan menjadi budaya dan cara kerja pemerintahan. "Hal itu demi mewujudkan pelayanan yang kian berdampak bagi seluruh warga Kota Cimahi," pungkasnya.**"(Bidang IKPS**)