CIMAHI - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mendukung penuh pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Transportasi massal itu dinilai menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan di Bandung Raya termasuk di Kota Cimahi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang mengatakan, untuk dukungan fasilitas operasional BRT Bandung Raya, di Kota Cimahi nantinya akan ada 26 titik pemberhentian transportasi massal tersebut. Namun tak semuanya berbentuk halte on-corridor.
"Kalau tidak salah di kita itu ada 26 titik, tapi tidak semuanya dalam bentuk bangunan halte. Jadi da sebagian yang berbentuk totem dan hanya rambu saja. Kalau berdasarkan rencana awal, 26 itu rinciannya 12 di jalan kota, 2 di jalan provinsi, lalu 12 di jalan nasional," ungkap Endang, Jumat (30/10/2026).
Endang mengatakan pembangunan halte on-corridor serta fasilitas lainnya di sepanjang rute BRT Bandung Raya menjadi tanggungjawab dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
"Kalau untuk pembangunan fasilitas BRT itu semuanya oleh kementerian (Perhubungan), jadi satu paket dengan rambu dan markanya juga," ujarnya.
Namun, Pemkot Cimahi sudah menyiapkan anggaran Rp3 miliar subsidi untuk menunjang operasional BRT Bandung Raya. Anggaran yang dikucurkan Kota Bandung, Kota Cimahi, serta Kabupaten Bandung Barat itu bakal digunakan untuk keperluan subsidi operasional seperti tarif, gaji sopir, bahan bakar, hingga operasional armada tersebut.
"Ada, namanya PSO (Public Service Obligation) yaitu sharing anggaran untuk pembiayaan operasional BRT. Kota Cimahi menyiapkan sekitar Rp3 miliar," kata Endang.
Dengan adanya BRT itu, pihaknya berharap semakin banyak masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. Sehingga volume jendaraan di jalan bisa berkurang dan mengurai kemacetan. (Bidang IKPS)**