CIMAHI - Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi pada tahun ini bisa mengalami kembali meningkat tajam dari tahun sebelumnya yang mencapai 899 kasus. Pasalnya, hingga Juni 2013 jumlah kasus telah mencapai 498.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pratiwi mengatakan bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 491 jumlah kasus, DBD tahun ini terlihat sudah meningkat. Tidak menutup kemungkinan bertambah mengingat belum semua rumah sakit melaporkannya.
"Karena tidak sedikit warga yang dirawat di rumah sakit yang ada di luar seperti di Rumah Sakit Rajawali, Hermina, Santosa dan Hasan Sadikin," katanya, kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis, (18/7).
Menurut dia, berdasarkan catatannya jumlah kasus pada tahun ini mayoritas terjadi di Kelurahan Citeureup dengan 57 kasus, selebihnya ada kelurahan Padasuka, Cipageran dan Cibabat. Jumlah korban meninggal dunia selama 2013 telah merenggut empat orang.
Untuk mengatasi hal ini, pihaknya telah melakukan pantauan langsung ke sejumlah daerah yang menjadi kantong-kantong penyebaran nyamuk mematikan tersebut termasuk mendatangi langsung rumah pasien penderita di Kelurahan Citeureup.
Dari hasil pantauan diketahui jika warga masih belum hidup dengan pola bersih dan sehat. Hal ini terlihat dari kamar mandinya yang kurang rapi dimana baju kotor dibiarkan menggantung. Tidak menutup kemungkinan juga jentik berasal dari selokan belakang rumah warga yang sering tergenang kala hujan.
"Bahkan ada balong yang posisinya ada dibelakang rumah warga. Sebaiknya, balong tersebut disebar ikan untuk meminimalisir tumbuhnya jentik," ucapnya.
Proses penyebaran penyakit ini di Cimahi terbilang cepat. Pasalnya, jarak rumah warga satu sama lain yang berdekatan sehingga memungkinkan nyamuk yang biasa terbang dalam radius 300 meter menjangkau warga disekitar itu.
"Makanya, kami himbau warga untuk terus melakukan kegiatan Jumat bersih [Jumsih]. Selain itu, kalau ada warga yang menderita panas tinggi selama tiga harus segera diperiksakan ke unit pelayanan kesehatan terdekat," paparnya.(HA)