Tahun ini Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertranssos) Kota Cimahi, tidak memberangkatkan warga Kota Cimahi untuk bertransmigrasi. Disnakertansos terlebih dulu akan mengevaluasi kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Demikian disampaikan Kadisnakertransos Kota Cimahi, Beni Bahtiar, di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Rabu (10/9). Pihaknya akan melakukan evaluasi karena selama ini warga yang bertransmigrasi selalu bermasalah.
"Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, warga yang berangkat transmigrasi selalu bermasalah. Makanya tahun ini kita tidak memberangkatkan, tetapi lebih memilih melakukan evaluasi. Bila hasil evaluasi sudah ada, baru kami bisa memutuskan, apakah akan memberangkatkan kembali atau tidak," bebernya.
Beni menambahkan, persoalan yang muncul di antaranya masih ada warga yang nakal dengan kembali lagi ke Cimahi setelah menetap selama beberapa bulan. Bahkan ada juga yang menjual tanahnya di lokasi transmigrasi, lalu kembali ikut bertransmigran lagi melalui daerah lain.
"Itu sejumlah permasalahan yang kita temukan di lapangan. Para transmigran hanya bertahan enam bulan, lalu memilih pulang lagi ke Cimahi. Oleh sebab itu, kita akan lebih selektif," jelasnya.
Beni menuturkan, transmigran yang nakal tersebut bukan berarti mereka tidak mampu mengolah lahan. Apalagi sebelum diberangkatkan mereka terlebih dulu mendapat pelatihan.
"Semua juga pasti tahu, di lokasi transmigrasi mereka harus memiliki keahlian, khususnya di bidang pertanian. Karena itulah, sebelum berangkat, para transmigran terlebih dulu dibekali aneka pelatihan. Harapannya, mereka betah di lokasi barunya itu sehingga bisa memperbaiki perekonomian. Tapi kenyataannya, banyak yang kembali lagi," katanya. Beni menambahkan, tahun 2013 warga yang diberangkatkan ke Sulsel tercatat 14 orang.
Meski tahun ini tidak memberangkatkan warga untuk bertransmigrasi, sudah ada tiga orang yang mendaftar. "Namun, kita belum bisa memberangkatkan mereka," ujarnya.(HD)