CIMAHI - Pemkot Cimahi menjadikan sentra kripik singkong pedas di Kelurahan Setiamanah sebagai pilot project sebelum mengembangkan sentra lainnya. Apabila dianggap berhasil, pemkot siap menggarap lima sentra lainnya.
Kepala Bappeda Kota Cimahi Tetty Murtiwedani mengatakan, hasil pengamatan dan identifikasi di lapangan beberapa daerah yang dapat dikembangkan diantaranya sentra susu sapi di Kelurahan Cipageran, Sentra Batako di Kelurahan Cibeber, Sentra Boneka di Kelurahan Melong, Sentra Tempe di Kelurahan Setiamanah dan Kel Cimahi dan Sentra Tauge di Kel Cipageran.
"Tidak menutup kemungkinan akan lahirnya sentra baru," katanya, Kamis (25/9/2014).
Berdasarkan data Produk Domestik Bruto (PDB) selama 12 tahun, secara rata-ata pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 4,8%. Kontribusi terbesar yakni sebesar 58% berasal dari industri manufaktur.
Sumbangan terbesar berasal dari 2% pelaku usaha atau kurang lebih 144 buah perusahaan besar saja dan sisanya 98% disumbang oleh pelaku UMKM.
Meskipun jumlah UMKM di Cimahi sangat besar, ternyata hanya menyerap 54% tenaga kerja di Cimahi.
Lebih lanjut terdapat fenomena yang sebetulnya sagat disayangkan bahwa pada daerah pusat industri yakni di sebelah Selatan justru terdapat banyak kantong kemiskinan.
"Disinyalir keberadaan pada lokasi yang sama antara pabrik-pabrik dan para pelaku UMKM tidak diikuti oleh kerjasama bisnis diantara keduanya," ujarnya. (HA)