CIMAHI - Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) Kota Cimahi membantah
apabila institusinya disebut kecolongan terkait adanya dua orang warga
yang tergabung dalam organisasi Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara).
Kepala
Kesbang Kota Cimahi Totong Solehudin mengatakan, karena organisasi
tersebut telah mendaftar di Kesbang sesuai prosedur yang berlaku, maka
pihaknya sudah bisa mengidentifikasi pergerakan mereka sejak dari awal.
"Tidak
ada istilah kecolongan selama dia memenuhi syarat dan prosedur," kata
Kepala Kesbang Kota Cimahi, Totong Solehudin saat ditemui di Pemkot
Cimahi, Jln. Rd. Demang Hardjakusumah, Selasa, (26/01/2016).
Menurut
Totong, Gafatar telah mendaftarkan diri sejak 2013 silam. Mereka
mendaftar sebagai organisasi masyarakat. Mereka mendaftar sesuai
prosedur yang ada sebagai Ormas.
Lebih lanjut
Totong menegaskan, bahwa keberadaan Gafatar di Cimahi begitu terbatas
dan sejauh ini mereka terfokus di Cibogo saja. Itu artinya, dirinya
menegaskan bahwa Gafatar tidak ada aktivitas lagi selain di daerah
tersebut.
"Itu kan yang di Cibogo, makannya
kita sedang telusuri kemana nih kalau mereka pindah. Karena bukan tidak
mungkin ada di daerah lainnya juga," ujarnya. (ha)