CIMAHI - Walikota Cimahi Atty Suharti kembali mengingatkan semua
pihak mengenai pentingnya Keluarga Berencana (KB) secara mandiri.
Pasalnya, tingginnya jumlah penduduk yang berbanding terbalik dengan
luas wilayah yang terbatas.
Hal tersebut
disampaikan Atty saat menghadiri rapat kerja daerah Badan Pemberdayaan
Masyarakat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPPKB) Kota
Cimahi di gedung Arhanud Jln. Sriwijaya Kota Cimahi, Jumat,
(12/02/2016).
Kegiatan tersebut dimaksudkan
untuk menyerap aspirasi dari masyarakat di bidang kerja yang meliputi
pertumbuhan penduduk, pemberdayaan masyarakat, kesetaraan gender,
keluarga dan remaja.
Tak hanya itu, raker juga
turut membahas progres kualitas kesehatan, pemberdayaan masyarakat,
pendekatan keluarga, remaja, dan anak. Agar nantinya terwujud keluarga
yang berkualitas.
Hadir pada kesempatan
tersebut Wakil Walikota Cimahi Sudiarto, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes)
Provinsi Jabar Alma Lucyati, Kepala BKKBN Jabar Sugilar serta Kapolres
Cimahi, AKBP Ade Ary Syam Indradi.
"Program KB
harus kembali digelorakan. Oleh karena itu, sangat penting bagaimana
mensilaturahmikan seluruh komponen di Kota Cimahi agar memahami
pentingnya meningkatkan partisipasi KB," katanya.
Dia
menyampaikan, berdasarkan data yang dimiliki Kota Cimahi bahwa jumlah
penduduk usia produktif Kota Cimahi hingga 2015 lalu sebesar 451.376
jiwa atau sekitar 75,97% dari total seluruh penduduk Cimahi.
Selain
itu, jumlah penduduk perempuan hampir seimbang dengan jumlah penduduk
laki-laki, kecuali di Kecamatan Cimahi Selatan (daerah industri) jumlah
penduduk perempuan lebih banyak daripada laki-laki jumlah pencari kerja
perempuan lebih banyak dibandingkan dengan laki-laki yaitu 53,26% dan
jumlah perempuan yang menjadi kepala keluarga mencapai 13,99%.
"Maka
dari itu, sumber daya manusia merupakan modal pembangunan di Kota
Cimahi. Sehingga, kualitasnya perlu terus ditingkatkan," paparnya. (ha)