Loading...

Unggas Cimahi Bebas Virus Flu Burung

Administrator 04 April 2016 298 kali dilihat
Bagikan:
Unggas Cimahi Bebas Virus Flu Burung
CIMAHI - Pemkot Cimahi memastikan di wilayahnya tidak ada unggas yang mati akibat terserang virus Avian Influenza (AI) atau flu burung seperti yang terjadi di daerah lain di Jawa Barat.

Dinas Peternakan Jawa Barat mencatat 17.996 ekor unggas di Jawa Barat yang mati mendadak akibat serangan virus tersebut. Kejadian tersebut tersebar di sembilan daerah di Jabar seperti Kab Bekasi, Indramayu, Kota Tasikmalaya, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Subang, dan Sukabumi.

Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan dan Pertanian (Diskopindagtan) Kota Cimahi Asep Herman mengatakan, pada tahun ini pihaknya tidak menemukan adanya unggas yang mati akibat virus H5N1 itu, kecuali pada 2015 lalu.

"Kasus itu terjadi terakhir kali pada 2015. Kami berharap jangan sampai terjadi lagi pada tahun ini," katanya, kepada pewarta, Kamis (31/3).

Pada September 2015, 20 ekor bebek warga di Kelurahan Baros, Kecamatan Selatan terserang virus AI sehingga harus dilakukan depopulasi agar tidak menular kepada unggas dan memberikan kerugian lainnya.

Untuk memberantas virus Avian Influenza (AI) maka dibutuhkan upaya pengendalian dengan mengikuti perilaku atau karakteristik virus itu. Dengan mengetahui karakteristik virus AI, dia melanjutkan, peternak dapat langsung mengetahui penyebaran virus AI dan kemudian melapor ke dinas peternakan. Jika penyebaran virus AI sudah diketahui sejak awal, maka penanganannya semakin mudah.

Yakni dengan mengubur bangkai hewan yang terkena virus AI. Kedalaman kuburan yang ideal sedalam satu meter. Dirinya pun menyarankan agar sampel bangkai hewan itu dikirim ke laboratorium untuk mengetahui secara pasti jenis virus AI.

Sementara hewan yang tersisa, sebaiknya diafkir atau hewan yang masih sehat harus dikarantina di satu tempat. Karantina harus dilakukan minimal selama sebulan. (ha)