Loading...

Sekolah Harus Cegah Narkoba Pengaruhi Siswa

Administrator 21 April 2016 425 kali dilihat
Bagikan:
Sekolah Harus Cegah Narkoba Pengaruhi Siswa
CIMAHI.-Peredaran narkoba tak segan merangsek ke lingkungan pendidikan. Pihak sekolah diminta berperan aktif menciptakan program-program yang membuat siswa tertarik sehingga enggan mendekati narkoba.
Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi Maria Fitriana, dalam kegiatan "Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan" yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi di Villa Neglasari Jln. Sirnarasa Kota Cimahi. 
"Sekolah harus kreatif, menciptakam program-program pembinaan yang intens agar para siswa tidak sempat kenal narkoba," ujarnya.
Sebanyak 20 kepala sekolah SMP dan SMA di Cimahi mengikuti kegiatan tersebut. Advokasi ini merupakan kegiatan untuk penguatan dalam pencegahan narkoba.
Diakui Pipit, pengaruh narkoba sudah merambah segala aspek kehidupan. "Termasuk pengaruhnya ke pelajar SMP. Di lingkungan sekolah rentan karena siswa tidak bisa diawasi terus menerus. Apalagi, anak SMP belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk, secara emosional labil dalam menghadapi ajakan dari luar dan mudah terpengaruh," ungkapnya.
Tak semata sekolah, pembinaan siswa untuk menjauhkan pengaruh narkoba terutama tanggungjawab keluarga. Lingkungan pendidikan dan keluarga harus selaras dalam menangkal pengaruh buruk narkoba dengan menyiapkan lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak-anak.
"Ketahanan keluarga harus dipertebal, jadi bagian tidak terpisahkan dari anak-anak. Harus buat nyaman agar anak lebih betah bersosialisasi bersama keluarga daripada bercengkerama di luar dan bergaul dengan pengaruh negatif narkoba," tuturnya.
Menurutnya, sejauh ini sekolah hanya menjadi bagian dari proses anak untuk memperoleh pendidikan. Namun, sekarang ini sebagian besar keluarga
seolah-olah menitipkan anak anaknya ke sekolah untuk betul betul menjaga mereka.
" Sebetulnya, permasalahan narkoba ini tidak bisa ditanggulangi oleh satu pihak saja. Namun semua lapisan masyarakat harus peka terhadap potensi peredaran narkoba di lingkungannya," pungkasnya.
Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, mengatakan, advokasi ini merupakan kegiatan untuk penguatan dalam pencegahan narkoba. Sebelum ke advokasi, pihaknya sudah melakukan rangkaian kegiatan kejejaring pembangunan narkoba kepada para pemanggku kebijakan dilingkungan pendidikan.
"Sebelum ke advokasi, kita jalin dulu evaluasi melalui jejaring. Setelah ini kita akan melakukan evaluasi," jelasnya.
Dalam evaluasi, lanjut Lucky, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana pihak sekolah penindaklanjuti apa yang sudah disosialisasikan BNN kepada para siswanya.
Kalau dirasakan sosialisasi kurang, tentunya harus diintensifkan.
"Untuk pencegahan narkoba pada para siswa jelas tidak bisa sama BNN saja, pihak sekolahpun harus berperan aktif," ujarnya. (RR)