CIMAHI.-Peredaran narkoba tak segan merangsek ke lingkungan
pendidikan. Pihak sekolah diminta berperan aktif menciptakan
program-program yang membuat siswa tertarik sehingga enggan mendekati
narkoba.
Hal itu diungkapkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga (Disdikpora) Kota Cimahi Maria Fitriana, dalam kegiatan
"Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba di Lingkungan Pendidikan"
yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cimahi di Villa
Neglasari Jln. Sirnarasa Kota Cimahi.
"Sekolah harus kreatif, menciptakam program-program pembinaan yang intens agar para siswa tidak sempat kenal narkoba," ujarnya.
Sebanyak
20 kepala sekolah SMP dan SMA di Cimahi mengikuti kegiatan tersebut.
Advokasi ini merupakan kegiatan untuk penguatan dalam pencegahan
narkoba.
Diakui Pipit, pengaruh narkoba sudah merambah segala aspek
kehidupan. "Termasuk pengaruhnya ke pelajar SMP. Di lingkungan sekolah
rentan karena siswa tidak bisa diawasi terus menerus. Apalagi, anak SMP
belum bisa membedakan mana yang baik dan buruk, secara emosional labil
dalam menghadapi ajakan dari luar dan mudah terpengaruh," ungkapnya.
Tak
semata sekolah, pembinaan siswa untuk menjauhkan pengaruh narkoba
terutama tanggungjawab keluarga. Lingkungan pendidikan dan keluarga
harus selaras dalam menangkal pengaruh buruk narkoba dengan menyiapkan
lingkungan yang nyaman dan aman bagi anak-anak.
"Ketahanan keluarga
harus dipertebal, jadi bagian tidak terpisahkan dari anak-anak. Harus
buat nyaman agar anak lebih betah bersosialisasi bersama keluarga
daripada bercengkerama di luar dan bergaul dengan pengaruh negatif
narkoba," tuturnya.
Menurutnya, sejauh ini sekolah hanya menjadi
bagian dari proses anak untuk memperoleh pendidikan. Namun, sekarang ini
sebagian besar keluarga
seolah-olah menitipkan anak anaknya ke sekolah untuk betul betul menjaga mereka.
"
Sebetulnya, permasalahan narkoba ini tidak bisa ditanggulangi oleh satu
pihak saja. Namun semua lapisan masyarakat harus peka terhadap potensi
peredaran narkoba di lingkungannya," pungkasnya.
Kasi Pencegahan dan
Pemberdayaan Masyarakat, BNN Cimahi, Lucky Sugih Mauludin, mengatakan,
advokasi ini merupakan kegiatan untuk penguatan dalam pencegahan
narkoba. Sebelum ke advokasi, pihaknya sudah melakukan rangkaian
kegiatan kejejaring pembangunan narkoba kepada para pemanggku kebijakan
dilingkungan pendidikan.
"Sebelum ke advokasi, kita jalin dulu evaluasi melalui jejaring. Setelah ini kita akan melakukan evaluasi," jelasnya.
Dalam
evaluasi, lanjut Lucky, pihaknya ingin mengetahui sejauh mana pihak
sekolah penindaklanjuti apa yang sudah disosialisasikan BNN kepada para
siswanya.
Kalau dirasakan sosialisasi kurang, tentunya harus diintensifkan.
"Untuk pencegahan narkoba pada para siswa jelas tidak bisa sama BNN saja, pihak sekolahpun harus berperan aktif," ujarnya. (RR)