Loading...

Walikota Meninjau Pelaksanaan Program Rutilahu

Administrator 21 April 2016 121 kali dilihat
Bagikan:
Walikota Meninjau Pelaksanaan Program Rutilahu
CIMAHI - Walikota Cimahi Atty Suharti meninjau lokasi pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) seorang warga bernama Lasmina (46) di Jalan Margamulya RT 01/01 kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi.

Walikota ingin memastikan bahwa pembangunan 150 Rutilahu yang dilakukan Pemkot Cimahi telah selesai dilakukan dilakukan dan bisa dinikmati warganya.

"Pembangunan yang dilakukan berjalan baik. Meliputi kamar, ruang tengah, dapur, dan satu kamar mandi. Ini sudah baik," kata Atty, disela kunjungannya ke rumah Lasmina, Rabu (20/4).

Momentum hari kartini, kata dia, sengaja mengunjungi sosok perempuan single parent. Lasmina salah satunya. Ia mengapresiasi semangat hidup yang ditunjukkan Lasmina.

"Anaknya semua sekolah. Hari kartini ini selayaknya menjadi kesempatan bagi para perempuan untuk berkreasi, berkarya dan mencari penghidupan yang layak," katanya.

Ia mengaku bangga dengan perempuan yang ada di Cimahi ini. Potensi kaum Perempuan Cimahi, kata dia, sangatlah besar. Berdasarkan data yang ada, jumlah penduduk usia produktif Kota Cimahi hingga 2015 lalu kurang lebih sebesar 451.376 jiwa atau sekitar 75,97 % dari total seluruh penduduk cimahi.

Data statistik juga menyebutkan, jumlah penduduk Perempuan hampir seimbang dengan jumlah penduduk laki-laki, kecuali di Kecamatan Cimahi Selatan (daerah industr. Dan jumlah Perempuan yang menjadi kepala keluarga mencapai 13,99%.

"Semangat dasar memperingati hari Kartini, harus terus dipupuk dan dipelihara, termasuk oleh kaum perempuan yang ada di kota Cimahi. Saya percaya, kaum Perempuan yang ada di kota ini merupakan insan-insan pekerja keras yang tangguh dan memiliki jiwa emansipasi yang tinggi untuk berkiprah dalam mengembangkan diri, keluarga, dan kotanya," bebernya.

Dikatakan, emansipasi Perempuan yang sudah merasuk kedalam berbagai sendi kehidupan. Tidak hanya Perempuan yang sukses berkarir dan berprestasi dalam segala bidang, namun dalam kehidupan sehari-hari.

"Menghadapi MEA ini, tidak bisa ditawar lagi, kita harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, cerdas, dan kompetitif," pungkasnya. (ha)