Ketiga pasangan calon tersebut yakni Ajay Muhammad Priatna-Ngatiyana, Asep Hadad Didjaya-Irma Indriani, dan petahana Atty Suharti-Achmad Zulkarnain melakukan pemeriksan secara bergantian. Mereka masih harus melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan pada Senin 25 September 2016.
Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Tim Kesehatan RSUD Cibabat Reri Marliah di sela-sela tes kesehatan pasangan calon. Untuk pemeriksaan kemarin, dia menyebutkan, seluruh pasangan calon melakukan psikotes selama dua jam, kemudian wawancara psikologi selama satu jam.
"Nah, setelah istirahat dilanjut dengan pemeriksaan jantung. Ada EKG (elektrokardiografi) dan treadmill, kemudian untuk calon perempuan ada pemeriksaan USG (ultrasonografi) kandungan dan pap smear. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemeriksaan neorologi, tes behavior," kata Reri.
Para pasangan calon yang kemarin datang ke RSUD Cibabat antara jam 7.45-9.00 diperkirakan baru selesai menjalani tes kesehatan sekitar pukul 17.00. Pada Senin ini, Reri menjelaskan, ketiga pasangan calon pun dijadwalkan untuk melakukan tes kesehatan sejak pagi hari. "Syaratnya yang penting sebelum besok tes harus puasa dulu. Terakhir makan dan minum pukul 22.00, kemudian cukup tidur, itu saja," ujarnya.
Dia menjelaskan, tes kesehatan pada Senin ini meliputi pengambilan sample darah, USG wall abdomen, kemudian pemeriksaan penyakit dalam, ortopedi, bedah umum, psikiatri, mata, telinga hidung dan tenggorokan, serta diakhiri oleh wawancara psikiatri. "Hasilnya bisa langsung diketahui pada saat selesai pemeriksaan. Namun, hasilnya itu tertutup dan rahasia. Hanya tim pemeriksa kesehatan yang tahu," ujarnya.
Pada Senin ini, imbuh dia, ketiga pasangan calon itu pun bakal menjalani pemeriksaan tes urin oleh BNN, guna memastikan para calon wali kota dan wakil wali kota bebas dari penyalahgunaan narkoba. Reri menegaskan, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim RSUD Cibabat maupun BNN Cimahi hanya bersifat rekomendasi bagi KPU.