CIMAHI - Ketiga pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Cimahi 2017/2022 melaksanakan debat kandidat yang digelar KPU setempat di Gedung Graha Vidya Chandra Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi pada Selasa (31/1/2017) malam WIB.
Salah satu kegiatan dari kampanye itu dipimpin oleh moderator Elliana Susan itu disaksikan ratusan pendukung masing-masing calon yang mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian ditengah rintik-rintik hujan di luar arena.
Pasangan nomor satu Atty Suharti dan Achmad Zulkarnain (Azul) menjadi yang pertama dipanggil untuk maju ke panggung oleh moderator. Azul yang mengenakan kemeja putih sepertinya berpenampilan paling berbeda. Selain sendirian, dia juga terlihat sebagai satu-satunya Paslon yang berambut putih serta berkacamata.
Rambut yang putih ini tidak terlihat dari Paslon nomor dua, Asep Hadad berjas hitam serta berpeci. Sedangkan Paslon nomor 3, Ajay-Ngatiyana rambutnya terlihat hitam.
Jalannya debat berlangsung lancar. Pada sesi pertama, acara yang ditayangkan live di salah satu tivi swasta dan radio nasional ini diisi dengan penyampaian visi dan misi masing-masing Paslon.
Sempat ada saling sindir antar masing-masing calon, tapi dinilai masih dalam kategori wajar bahkan beberapa kalangan menilai apa yang terungkap dalam debat tidak dimaksimalkan para penantang petahana.
Ketua Tim Panelis Debat Publik Pilkada Kota Cimahi, Agus Subagyo debat masih sesuai dengan koridor debat yang berlaku.
Apa yang terjadi menjadibumbu-bumbu yang lumrah ditemui saat debat publik berlangsung. Meskipun ada sindiran dari salah satu paslon.
Seperti diketahui, tiga kandidat kepala daerah Kota Cimahi ini sudah ditetapkan dan melalui tahapan Pilkada. Kampanye dan beradu gagasan sudah dilaksanakan untuk meraih simpati pemilih yang jumlahnya sekitar 355.722 pemilih.
Paslon nomor urut 1, Atty Suharti/Achamd Zulkarnain diusung Golkar, PKS dan Nasdem. Kemudian paslon nomor 2, Asep Hadad Didjaya/Irma Indriyani diusung Gerindra dan Demokrat. Dan nomor urut 3, Ajay M Priatna/Ngatiyana diusung PDIP, PAN, PPP, PKB dan Hanura.