CIMAHI - Untuk menekan jumlah permasalahan sosial yang ada di
Cimahi, Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana,
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A) Kota Cimahi
telah menyiapkan sejumlah program baik yang bersumber dari pemerintah
pusat maupun dari Pemerintah Kota Cimahi.
Kepala
Bidang Sosial Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP2KBP3A)
Kota Cimahi, Agustus Fajar mengatakan, bantuan dari pemerintah pusat
disebut Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Kelompok Usaha Bersama
(KUBE).
"Dari Pemkot Cimahi, kita punya
kebijakan bagaimana memanfaatkan pekerja sosial yang ada di kelurahan,"
kata dia, kepada pewarta, Kamis (9/3).
Dia
menyebutkan, jumlah Penyandang Masalah Kesejahtraan Sosial (PMKS) di
Kota Cimahi mencapai 17.722 orang. Dari jumlah tersebut, angka
permasalahan sosial tertinggi ada di sektor kemiskinan yang mencapai
9.892 orang.
Ada 26 permasalahan yang masuk
dalam kategori PMKS. Yang paling menonjol adalah permasalahan
kemiskinan. Permasalahan sosial di Kota Cimahi diantaranya ialah fakir
miskin, penyandang disabilitas, perempuan rawan sosial ekonomi, anak
jalanan dan lain-lain.
Untuk permaslahan
sosial di sektor perempuan rawan sosial ekonomi mencapai 2.025 orang,
anak jalanan 106 orang serta penyandang disabilitas yang mencapai 1.087
orang. (HDA)
Dikatakan dia, permasalahan sosial di
Cimahi jumlah dan permasalahannya selalu fluktuatif.Contohnya, kata
Agustus, orang yang sebelumnya termasuk ke dalam masalah kemiskinan
karena belum bekerja, tapi bulan berikutnya dia mendapatkan pekerjaan.
"Selain itu, untuk menekan jumlah kemiskinan tentunya tak terlepas dari pola pikir individu masing-masing," pungkasnya.