CIMAHI - Plt Walikota Cimahi Sudiarto mengajak seluruh masyarakat untuk
mulai melakukan gaya hidup yang ramah lingkungan dengan gerakan hemat
energi. Peringatan Earth Hour harus menjadi momentum dalam rangka
pembiasaan hemat energi.
Hal itu disampaikan Sudiarto saat
menghadiri peringatan Earth Hour pada Sabtu (25/3) malam di halaman
kantor DPRD Kota Cimahi. Hadir pada kesempatan itu, Sekda Cimahi
Muhammad Yani dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ade Ruhiyat.
"Mematikan
minimal dua buah lampu dan alat elektronik yang tidak digunakan menjadi
kebiasaan dan gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Menurutnya,
hemat energi dan ramah lingkungan harus menjadi perhatian bersama.
Pasalnya, saat ini dan di masa yang akan datang berpotensi terjadi
penurunan kualitas lingkungan hidup yang akan mengancam perikehidupan
manusia dan mahluk hidup lain sehingga perlu dilaksanakan upaya
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sungguh-sungguh dan
konsisten.
Perubahan iklim dan pemanasan global saat ini bukan
lagi hanya sekedar isu tapi nyata terasa. Sebagai bukti paling nyata
dari perubahan iklim ini telah terjadi di Kota Cimahi adalah pada 2016
Cimahi hampir tidak mengalami musim kemarau. Sebanyak 282 hari Cimahi
mengalami hujan.
"Bila saat ini kita dapat merasakan musim hujan
sepanjang tahun, maka bukan hal yang mustahil bahwa kita akan mengalami
musim kemarau sepanjang tahun di masa yang akan datang," ujarnya.
Perubahan
ikilm ini semakin terasa karena tingginya tingkat emisi gas rumah kaca
yang menyebabkan efek rumah kaca. Secara alami efek rumah kaca sangat
bermanfaat bagi manusia karena adanya efek rumah kaca bumi menjadi
hangat karena adnaya pantulan sinar matahari yang tertahan di bumi.
"Tapi,
akibat aktivitas manusia yang senantiasa menghasilkan gas rumah kaca
maka komposisi gas penyusun rumah kaca yang ada di udara semakin
meningkat dan menyebabkan lapisan ozon menipis sehingga efek negatif
terjadi," ucapnya. (HDA)